Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2022, Bank Neo Commerce (BBYB) Rilis Layanan RDN dan Digital Lending

Bank Neo Commerce (BBYB) memperluas layanan yang disediakan perseroan melalui aplikasi neobank.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  13:11 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) akan meluncurkan dua produk terbaru pada kuartal I/2022, yakni sebagai bank penyelenggara rekening dana nasabah (RDN) dan merilis fitur kredit yang tersedia di aplikasi neobank.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, mengatakan penyediaan rekening RDN bertujuan agar nasabah merasakan mudahnya melakukan transaksi jual beli saham atau instrumen investasi lain di pasar modal melalui rekening perseroan.

Sementara untuk peluncuran fitur kredit atau digital lending, kata Tjandra, merupakan salah satu langkah strategis pengembangan bisnis perusahaan. Selain itu juga untuk memperluas layanan yang disediakan perseroan melalui aplikasi.

“Dengan hadirnya fitur Neo Pinjam [Neo Loan] tersebut, membuktikan bahwa BNC terus fokus melakukan pengembangan digital dan terus berinovasi memberikan layanan dan produk perbankan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat,” ujarnya, Selasa (18/1/2022).

Fitur kredit ini menyasar masyarakat menengah kebawah dan rencananya akan meluncurkan tiga jenis kredit langsung, yaitu kredit cicilan, payday loan, dan buy now pay later

Untuk kuartal I/2022, emiten bank bersandi BBYB ini akan memulai kredit cicilan dengan tenor 2 bulan sampai dengan 24 bulan. Adapun jumlah pencairan mulai dari Rp2 juta – Rp15 juta.

Sebagai informasi, fitur kredit ini sebelumnya sudah diluncurkan melalui sinergi ekosistem Bank Neo Commerce, yaitu aplikasi Akulaku mulai pertengahan November 2021. Hingga Januari 2022, terdapat lebih kurang 200.000 debitur dengan dana yang dicairkan Rp656 miliar.

“Besarnya dana yang sudah dicairkan ini menunjukkan bahwa kebutuhan nasabah akan layanan kredit sangat besar dan BNC hadir untuk menjawab permintaan tersebut,” jelas Tjandra.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir tahun lalu, penyaluran pinjaman fintech mencapai Rp12,97 triliun per November 2021 atau meningkat 50,98 persen secara tahunan (yoy). Pinjaman online itu disalurkan kepada 12,67 juta entitas peminjam.

Selain layanan RDN dan digital lending, Bank Neo pada kuartal I/2022 juga akan menyediakan layanan pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS). Pemanfaatan QRIS dinilai akan semakin besar seiring tingginya adopsi masyarakat terhadap pembayaran cashless dan meningkatnya jumlah merchant.

“Pada kuartal satu ini, kami juga berencana meluncurkan fitur QRIS. Itu fitur lainnya di luar yang sedang kami finalisasikan, yaitu persiapan menjadi bank penyelenggara RDN serta akan di-launchingnya digital lending untuk mencapai target penambahan nasabah kami di tahun 2022 ini yaitu sebesar 15 juta nasabah,” kata Tjandra.

Dia menambahkan dengan kepercayaan masyarakat yang bertambah besar maka perseroan berkomitmen untuk membuat diversifikasi layanan bagi para nasabah agar bisa menikmati dan merasakan neo experience yang lengkap.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital bank neo commerce digital lending
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top