Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 8,86 Persen pada 2021, Tembus Rp1.050 Triliun

Bank Mandiri sepanjang 2021 membukukan pertumbuhan kredit sebesar 8,86 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.050,16 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri sebesar 5,2 persen yoy.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  18:45 WIB
Kredit Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 8,86 Persen pada 2021, Tembus Rp1.050 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengenalkan edisi spesial kartu Mandiri E-Money dengan tiga tema unik yakni edisi Bangga Buatan Indonesia (BBI), Wonderful Indonesia, dan edisi Mandiri Era Patriot. - Dok. Bank Mandiri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sepanjang 2021 membukukan penyaluran kredit sebesar 8,86 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.050,16 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri sebesar 5,2 persen yoy.

Bila dirinci, kredit korporasi masih menjadi pendorong pertumbuhan dengan realisasi mencapai Rp370 triliun atau tumbuh 8 persen yoy secara konsolidasi. Sementara itu, kredit komersial mencatat pertumbuhan tertinggi pada 2021 sebesar 9,7 persen yoy menjadi sebesar Rp174 triliun.

“Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam Paparan Kinerja Bank Mandiri 2021, Kamis (27/1/2022).

Tercatat, sepanjang tahun 2021, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri terus mencatat peningkatan signifikan sebesar 15 persen secara tahunan dengan nilai realisasi menembus Rp103,5 triliun.

Pertumbuhan pada sisi kredit UMKM didukung oleh upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).  Hasilnya, realisasi KUR perseroan dapat memenuhi target yang dipatok pemerintah pada 2021 sebesar Rp35 triliun kepada lebih dari 371.000 debitur.

Sejalan dengan mandat pemerintah, penyaluran KUR Bank Mandiri utamanya disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian sebesar Rp9,93 triliun serta industri pengolahan dan lainnya sebesar Rp6,88 triliun.

Pertumbuhan ini juga diimbangi dengan kualitas aset yang mengalami perbaikan secara bank only. Per akhir 2021, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perseroan tercatat menurun sebesar 48 bps secara yoy ke level 2,81 persen.

Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.662 bps secara tahunan menjadi 261,5 persen.

Restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 juga terus menunjukan tren yang melandai seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi.

Sampai dengan akhir Desember 2021 total restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 (bank only) di Bank Mandiri yaitu sebesar Rp69,7 triliun, posisi ini menurun dibandingkan kondisi akhir tahun 2020 yang mencapai Rp93,3 triliun.

"Sebagai langkah antisipasi potensi penurunan kualitas kredit, kami terus menjaga pembentukan pencadangan. Per akhir Desember 2021, Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN sebesar Rp 13,9 triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai,” kata Darmawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN bank mandiri bmri Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top