Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Kisi-kisi Aturan Baru soal Unit Linked dan Pinjol yang Segera Terbit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menerbitkan ketentuan baru terkait dengan produk asuransi unit linked dan pinjaman online.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 29 Januari 2022  |  03:30 WIB
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol - Freepik.com
Ilustrasi pinjaman online atau pinjol - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menerbitkan ketentuan baru terkait dengan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI ) atau unit linked dan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau fintech peer to peer (P2P) lending.

"Kedua peraturan itu akan dikeluarkan mengingat pentingnya penguatan operasional industri perasuransian dan fintech P2P lending yang harus diiringi dengan peningkatan aspek perlindungan konsumen," kata Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi melalui siaran pers, Jumat (28/1/2022).

Menurutnya, penyempurnaan aturan PAYDI, antara lain meliputi area spesifikasi produk, persyaratan perusahaan untuk dapat menjual PAYDI, praktik pemasaran, transparansi produk, dan pengelolaan investasi.

"Upaya penguatan regulasi tersebut bertujuan agar permasalahan pemasaran khususnya ketidakpahaman nasabah atas PAYDI dapat diminimalisir dan perusahaan asuransi dapat meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko dengan lebih baik," kata Riswinandi.

Sementara itu, perubahan ketentuan fintech peer to peer lending (P2P lending), antara lain mengatur kepemilikan platform layanan pendanaan bersama, bentuk badan hukum, modal pendirian, nilai ekuitas, batas maksimum pendanaan, pemegang saham pengendali, dan sejumlah larangan untuk perlindungan konsumen seperti tatacara penagihan.

"Perubahan ketentuan layanan pendanaan bersama ini ditujukan untuk memperkuat industri fintech P2P lending dari sisi kelembagaan dan layanan terhadap konsumen serta kontribusinya bagi perekonomian," tutur Riswinandi.

Dia juga menjelaskan dalam perumusan aturan yang baru ini sudah melibatkan pelaku industri dan stakeholders termasuk akademisi, sehingga diharapkan begitu ketentuannya diundangkan bisa segera diimplementasikan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK unit linked peraturan ojk Pinjaman Online
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top