Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pinjol Ilegal Sulit Diberantas, OJK: Ditutup Pagi, Sore Buka Lagi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penyebab sulitnya menutup platform pinjaman online (pinjol) ilegal.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 11 Februari 2022  |  14:04 WIB
Pinjol Ilegal Sulit Diberantas, OJK: Ditutup Pagi, Sore Buka Lagi
OJK dan AFPI menerima pengaduan mengenai fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK. Sedangkan untuk pinjaman online ilegal, pengaduannya bisa dilaporkan ke Kepolisian terdekat ccicpolri dan Satgas Waspada Investasi (SWI). - Instagram/@ojkindonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan sulitnya menutup platform pinjaman online (pinjol) ilegal.

Wimboh mengatakan bahwa sangat mudah untuk platform pinjol ilegal melakukan penyalinan perangkat lunak atau software dan bisa langsung melakukan penawaran pinjaman kepada masyarakat.

OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun telah berupaya melakukan penutupan terhadap paltform-platform pinjol ilegal. Namun, upaya tersebut tidak berhasil meminimalisir munculnya pinjol ilegal.

"OJK dan Kominfo menutup yang ilegal, tapi tidak meredakan suasana karena ditutup pagi, sore buka lagi dengan nama yang berbeda dan ini terus demikian. Dengan pemberantasan secara hukum, mudah-mudahan bisa lebih mereda dan tentunya nanti lama-lama kami harapkan bisa hilang," ujar Wimboh dalam webinar Pinjaman Online Legal atau Ilegal: Kebutuhan Masyarakat dan Penegakan Hukum, Jumat (11/2/2022).

Di sisi lain, menurutnya, masyarakat juga seringkali tidak melakukan pengecekan legalitas sebuah platform pinjol dan cenderung abai terhadap rincian persyaratan atau ketentuan yang dicantumkan oleh platform tersebut. Masyarakat mudah tergiur karena kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh pinjaman.

"Masyarakat kadang-kadang tidak sabar untuk membaca detail, bahkan membandingkan ini berizin OJK atau tidak. Padahal bisa akses website OJK kapanpun 24 jam, mana yang berizin mana. Kalau tidak berizin pasti kaidah-kaidah etika, legalitasnya pasti ditabrak. Penagihan-penagihan biasanya melanggar etika," katanya.

Adapun, Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menutup 3.784 pinjol ilegal per Januari 2022. Wimboh menuturkan, upaya penutupan melalui SWI ini akan terus dilakukan dan pihaknya telah melakukan MoU dengan pimpinan lembaga kepolisian, Bank Indonesia, dan Menteri UMKM untuk bersama-sama melakukan pemberantasan dan edukasi masyarakat terkait pinjol ilegal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK ilegal platform pinjol
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top