Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BCA Syariah Catat Aset Tumbuh 9,5 Persen jadi Rp10,6 Triliun di 2021

BCA Syariah membukukan pertumbuhan total aset sebesar 9,5 persen secara tahunan pada 2021, didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) baik dari tabungan, giro, dan deposito.
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank BCA Syariah atau BCA Syariah membukukan aset yang tumbuh 9,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp9,7 triliun posisi Desember 2020 menjadi Rp10,6 triliun per Desember 2021.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan peningkatan aset BCA Syariah di 2021 didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) baik dari tabungan, giro, dan deposito.

BCA Syariah mencatat peningkatan DPK tumbuh 12,1 persen yoy dari Desember 2020 sebesar Rp6,8 triliun menjadi mencapai Rp7,7 triliun per Desember 2021.

Sementara itu, produk tabungan BCA Syariah juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, yakni 56 persen yoy, sehingga memperkuat komposisi dana murah (current account saving account/CASA) yang tumbuh 36,4 persen yoy mencapai sebesar Rp2,6 triliun.

“Peningkatan DPK menandakan tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dana di BCA Syariah,” kata Pranata dalam acara Paparan Kinerja BCA Syariah 2021 secara virtual, Senin (14/3/2022).

Pranata menambahkan fungsi intermediasi perbankan berjalan baik dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan sebesar 12,2 persen yoy menjadi Rp6,2 triliun.

Dalam melaksanakan fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih didominasi sektor produktif di antaranya sektor industri pengolahan, perdagangan, dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah.

Selain itu, pengelolaan aset dan liabilitas yang baik di 2021 juga tercermin pada profitabilitas perusahaan yang mampu memperoleh laba sebelum pajak tumbuh 16,1 persen yoy dari Rp92,6 miliar menjadi Rp107,5 miliar.

Selanjutnya, kualitas pembiayaan BCA Syariah masih terjaga pada level yang sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,13 persen secara gross dan 0,01 persen secara net.

Portofolio pembiayaan UMKM dapat memenuhi ketentuan regulator dengan komposisi sebesar 22,78 persen dari total pembiayaan 2021. Sementara itu, pembiayaan konsumer memberikan kontribusi sebesar 3,4 persen.

Di samping itu, Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan BCA Syariah terus hadir sebagai mitra bagi para nasabah untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan dunia usaha.

“Kami secara konsisten menyalurkan pembiayaan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas pembiayaan yang dimiliki BCAS kepada sektor usaha yang masih prospektif dan kepada pelaku usaha yang memang mempunyai rekam jejak yang baik,” imbuh Yuli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper