Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Guyur Kredit Rp2,3 Triliun ke Dua Proyek Infrastruktur Ini

Bank Mandiri mengucurkan kredit dengan total nilai Rp2,3 triliun untuk proyek PT Wika Tirta Jaya dan PT Baja Titian Utama.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 01 April 2022  |  13:06 WIB
Karyawan melintas di dekat logo milik Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (8/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat logo milik Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (8/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengguyur kredit dengan total nilai Rp2,3 triliun untuk membiayai pelaksanaan dua proyek infrastruktur dasar kepada PT Wika Tirta Jaya dan PT Baja Titian Utama.

Dari total kredit, Bank Mandiri mengucurkan pembiayaan sebesar Rp572,6 miliar kepada PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Nilai tersebut merupakan bagian dari kredit sindikasi senilai Rp1,17 triliun bersama PT Sarana Multi Infrastruktur dan BPD Jabar.

Fasilitas itu ditujukan untuk pembangunan konstruksi Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I. Bank Mandiri bertindak sebagai mandated lead arranger and bookrunner (MLAB) serta sebagai agen fasilitas, agen jaminan, dan agen penampungan.

Adapun, pinjaman sebesar Rp1,73 triliun diberikan kepada PT Baja Titian Utama sebagai fasilitas term loan untuk pengerjaan proyek Penggantian atau duplikasi 37 Jembatan Callender Hamilton (CH) yang tersebar di Pulau Jawa.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan realisasi dukungan perseroan sebagai perusahaan BUMN pada upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur strategis.

“Seluruh infrastruktur ini menjadi strategis karena menyangkut hajat hidup masyarakat sehingga kami berharap keikutsertaan Bank Mandiri semakin membuktikan kehadiran BUMN untuk negeri Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/4/2022).

Secara rinci, kredit sindikasi pada proyek SPAM Regional Jatiluhur I memiliki tenor selama lebih dari 11 tahun. Keseluruhan pembangunan diharapkan selesai pada tahun 2024.

Nantinya, SPAM Regional Jatiluhur I direncanakan dapat meningkatkan suplai air minum sampai dengan 4.750 liter/detik dan disalurkan ke Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.

Sementara itu, fasilitas term loan bagi PT Baja Titian Utama memiliki jangka waktu 12 tahun. Keseluruhan proyek pembangunan 37 jembatan di Pulau Jawa yang tersebar di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diperkirakan rampung dalam 2 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sampai dengan akhir tahun 2021 lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan dukungan pembiayaan ke sektor konstruksi infrastruktur dengan outstanding sebesar Rp57,1 triliun. Jumlah tersebut meningkat 12 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.

Mengacu pada data Bloomberg League Table Reports, Bank Mandiri tercatat menduduki posisi puncak sebagai MLAB dengan jumlah pangsa pasar sindikasi menembus 20,78 persen di Indonesia per akhir 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur kredit bank mandiri
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top