Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Besar Berpotensi Cetak Kinerja Lebih Ciamik Tahun Ini

Sejumlah bank-bank besar di Indonesia sudah menunjukkan hasil kinerja ciamik pada kuartal I/2022. Ekonom menilai bank-bank besar di Indonesia sudah dipastikan memiliki kinerja yang bagus.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 April 2022  |  05:47 WIB
ATM Link. / ilustrasirnrn
ATM Link. / ilustrasirnrn

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank-bank besar di Indonesia sudah menunjukkan hasil kinerja ciamik pada kuartal I/2022.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) IndonesiaPiter Abdullah menilai bank-bank besar di Indonesia sudah dipastikan memiliki kinerja yang bagus. Hal ini dibuktikan saat terpuruknya kondisi tahun lalu, bank besar masih bisa mendulang keuntungan di tengah kondisi bank lain yang mulai mengalami penurunan kinerja.

“Untuk tahun inisaya kira bank-bank besar bisa dipastikan lebih baik, terutama didorong dengan pemulihan perekonomian,” kata Piter kepada Bisnis, Rabu (27/4/2022).

Meski dipastikan memiliki kinerja yang bagus, Piter mewanti-wanti akan adanya risiko jangka panjang yang bisa berdampak pada bank besar di Indonesia.

Mereka [bank besar] tidak boleh lengah dalam jangka panjang. Untuk kondisi persaingan sekarang ini, bank-bank besar sudah di dalam market leader. Mereka memiliki semuanya, mereka memiliki CASA [current account saving account/dana murah] yang lebih tinggisehingga cost of fund yang lebih rendah dengan basis nasabah yang besar. Mereka tinggal mempertahankan apa yang sudah mereka kuasai sekarang ini,” tuturnya.

Piter mengungkapkan bank-bank besar harus terus gencar melakukan inovasi, agar market share yang tengah mereka miliki saat ini bisa terus dipertahankan ke depan.

Inovasi harus tetap digencarkan, terutama untuk merespon perkembangan teknologi fintech maupun bank digital yang sekarang terus tumbuh berkembang. Jadibank-bank besar ini enggak boleh lengah,” terangnya.

Adapun untuk jangka pendek, Piter melihat bahwa bank-bank besar masih sulit untuk digoyahkan. Namun, sekali lagi Piter mengingatkan dalam jangka menengah panjang, bank-bank besar bisa terancam oleh mulai tumbuh berkembangnya bank digital.

Beralih dari sisi geopolitik, Piter memandang bahwa kondisi perang antar Rusia-Ukraina tidak mempengaruhi kinerja bank-bank besar, dengan asumsi kondisi geopolitik tidak tereskalasi, tidak mengalami peningkatan, dan tidak memburuk.

“Saya kira kondisinya tidak akan mengganggu secara signifikan perkembangan perbankan sistem keuangan kita, terutama mengganggu hegemoni dari bank bank-besar di Indonesia,” jelasnya.

Biasanya, kata Piter, sektor keuangan akan mulai terdampak ketika sektor riil terganggu. Pasalnya, basis dari bank dilihat dari nasabah, apabila nasabah bank belum terganggumaka bank tidak terganggu. Di samping itu, Piter menilai inflasi merupakan fenomena yang umum.

Untuk Indonesia, kalaupun [inflasi] meningkat masih di kisaran 4-5%. Saya kira masih sangat wajar dan itu tidak akan mengganggu perekonomian kita, tidak akan mengganggu sistem keuangan dan perbankan,” ucapnya.

Menurut Piter, selama inflasi belum mengganggu perekonomian, para bankir tidak perlu mempersiapkan kiat-kiat khusus dampak dari adanya inflasi.

“Inflasi yang tinggi itu enggak selamanya juga ‘jelek’, inflasi yang tinggi itu cerminan dari perekonomian yang tumbuh,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank Inflasi kinerja bank
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top