Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ATM Rp20.000 Riwayatmu Kini

Keberadaan ATM Rp20.000 banyak dicari oleh nasabah yang berdomisili di Jakarta, Bekasi hingga Magelang.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 05 Mei 2022  |  11:49 WIB
Nasabah bertransaksi di ATM BCA - Istimewa
Nasabah bertransaksi di ATM BCA - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mesin ATM Rp20.000 menjadi salah kata yang banyak dicari pada mesin Google. Masyarakat yang mencari ATM pecahan Rp20.000 ini umumnya mencari ATM milik BRI, BNI, Mandiri dan BCA. Sedangkan masyarakat yang banyak mencari ATM Rp20.000 terutama dari wilayah Bekasi, Jakarta, serta Magelang.  

Lalu masih adakah ATM Rp20.000 saat ini? 

Berdasarkan sejumlah Sumber, ATM pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 1984 oleh Bank Dagang Bali (BDB) pada 1984. Setelahnya menyusul Bank Niaga dan Citibank Indonesia pada 1986. Bank Central Asia (BCA) yang dikenal kuat dalam adopsi teknologi baru mengadopsi ATM pada 1988 dan kini terus meluas digunakan oleh seluruh bank di Tanah Air. 

Jumlah nominal yang ditarik ATM juga terus meningkat. Dari mulanya pecahan Rp10.000, Rp20.000 hingga kini Rp100.000. Akan tetapi seiring membesarnya pecahan yang dapat ditarik, ATM nominal kecil perlahan dihilangkan. Bahkan membuat masyarakat banyak bertanya kepada mesin pencari Google seperti keberadaan ATM Rp20.000. Lalu bagaimana faktanya? 

Berdasarkan penelusuran Bisnis, sejumlah bank tetap mempertahankan keberadaan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pecahan Rp20.000. Mesin ATM dengan pecahan ini dinilai cukup membantu masyarakat. 

Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha mengatakan saat ini perseroan masih mengoperasikan mesin ATM dengan nilai tarik tunai Rp20.000 di sejumlah titik di Jakarta. Salah satunya di Plaza Mandiri. 

“Masih ada di ATM Center Plaza Mandiri,” kata Rudi kepada Bisnis, Kamis (5/5). 

Sekadar informasi, hingga Maret 2022, Bank Mandiri mengoperasikan 13.119 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi New Livin' by Mandiri, SMS Banking dan Call Center 14000. 

Jika dibandingkan dengan Desember 2021, jumlah mesin ATM Mandiri bertambah 32 unit. 

Bank Mandiri juga memiliki 137 Kantor Cabang dan 2.261 Kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia hingga Maret 2022. Jumlah kantor cabang pembantu Mandiri berkurang  204 kantor dibandingkan dengan Desember 2021. 

Sementara itu Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Mucharom mengatakan perseroan juga masih memiliki mesin ATM dengan pecahan Rp20.000, yang tersebar di sekitar perguruan tinggi. 

“Masih ada, kebanyakan di dekat-dekat kampus seperti di BNI UGM,” kata Arom. 

Merujuk pada Analyst Meeting kuartal I/2022, BNI telah mengoperasikan 16.384 mesin ATM. Berkurang 1 mesin ATM dibandingkan dengan Desember 2021. 

Sementara itu, Corporate Secretary Bank PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto mengatakan perusahaan tidak menyediakan layanan penarikan uang tunai melalui mesin ATM untuk pecahan Rp20.000. 

“ATM dan CRM BRI saat ini hanya menyediakan uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000. Sehingga penarikan uang selain pecahan tersebut, tidak disediakan di ATM ataupun CRM BRI,” kata Aes. 

BRI sendiri mengoperasikan 14.425 mesin ATM pada kuartal I/2022, berkurang 38 mesin ATM dibandingkan dengan Desember 2021.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan bank mandiri
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top