Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Restrukturisasi Kredit BRI (BBRI) akibat Covid-19 per April 2022 Sisa Rp138,57 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat restrukturisasi kredit akibat-19 per April 2022 telah rampung hingga Rp110,75 triliun.
Karyawati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperlihatkan aplikasi BRI Credit Card Mobile saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (18/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Karyawati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperlihatkan aplikasi BRI Credit Card Mobile saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (18/6/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pulihnya aktivitas ekonomi saat ini membuat outstanding restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 55,57 persen per April 2022.

Secara akumulasi, kredit yang direstrukturisasi BRI akibat pandemi mencapai Rp249,33 triliun dan saat ini tersisa Rp138,57 triliun. Dengan demikian, perseroan telah menurunkan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 hingga Rp110,75 triliun.

Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengatakan perseroan telah menyiapkan strategi antisipasi pasca masa restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 berakhir.

Menurutnya, BRI secara konsisten menyiapkan strategi soft landing dengan meningkatkan pencadangan dan melakukan percepatan penyelesaian terhadap nasabah restrukturisasi Covid-19, yang tidak memiliki kemampuan bayar.

Strategi tersebut diharapkan turut menopang target pencapaian pertumbuhan kredit BRI pada tahun ini yang dipatok sebesar 9 persen hingga 11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“BRI optimistis angka restrukturisasi Covid-19 akan terus menurun seiring dengan pulihnya aktivitas sosial dan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/6/2022).

Sampai dengan April 2022, pencadangan untuk kredit tercatat mencapai Rp86,6 triliun atau 261,32 persen terhadap rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dan 39,97 persen terhadap kredit berkualitas rendah (loan at risk/LAR).

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa emiten bank berkode saham BBRI ini terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Dari segi manajemen risiko, Agus menargetkan NPL dapat terkendali di level 3,0 persen pada 2022.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat sejumlah bank masih dalam proses restrukturisasi kredit terdampak Covid-19. Adapun, otoritas memproyeksikan kredit restrukturisasi Covid-19 mencapai Rp606,39 triliun per April 2022.

“Proyeksi sementara di April ini kredit restrukturisasi Covid-19 masih ada Rp606,39 triliun. Ini sudah jauh dari angka pertama yang sampai titik tertinggi hampir Rp1.000 triliun di 2020,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Wimboh berharap nilai restrukturisasi kredit Covid-19 akan turun, seiring dengan kenaikan pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengingat, kebijakan relaksasi ini akan berakhir pada Maret 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper