Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Sindikasi Terimbas Perang Rusia-Ukraina, Kok Bisa?

Perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina disinyalir memberikan andil terhadap melandainya penyaluran kredit sindikasi pada semester I/2022.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  03:05 WIB
Kredit Sindikasi Terimbas Perang Rusia-Ukraina, Kok Bisa?
/jibiphoto -

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina yang berkepanjang dinilai turut memberi dampak terhadap melandainya penyaluran kredit sindikasi pada semester I/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Team Leader Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kevin Tanuwidjaja mengatakan tingginya inflasi, harga komoditas serta dampak perang Rusia dan Ukraina turut mempengaruhi pasar, termasuk perihal proyek-proyek yang dibiayai dengan kredit sindikasi.

Bank DBS Indonesia tetap optimistis penyaluran pembiayaan pada tahun ini akan tetap tumbuh, seiring dengan pemulihan ekonomi di Tanah Air.

“Bank DBS Indonesia melihat prospek loan masih terus tumbuh, baik dari loan-sindikasi maupun non-sindikasi,” kata Kevin kepada Bisnis, Kamis (16/6/2022).

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, kredit yang disalurkan perbankan mengalami penurunan pada enam bulan pertama 2022.

Pada semester I/2022 total nilai kesepakatan kredit sindikasi yang disalurkan perbankan tercatat sebesar US$4,683 miliar, turun 56,05 persen dibandingkan dengan kredit sindikasi pada semester I/2022 yang total nilainya mencapai US$10,65 miliar.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan perlambatan kredit sindikasi akibat terganggunya sejumlah proyek-proyek infrastruktur selama pandemi Covid-19 2021 dan awal 2022.

Selain itu, sejumlah proyek infrastruktur juga mengalami cost over run atau peristiwa dimana sebuah pekerjaan yang telah diperhitungkan mengalami tambahan biaya diluar biaya yang telah diperhitungkan sebelumnya. Hal ini membuat perbankan berhati-hati untuk terlibat dalam proyek kredit sindikasi.

“Itu yang mungkin membuat bank menilai sindikasi ke proyek-proyek yang skalanya besar, itu risikonya relatif tinggi sehingga bank menahan diri,” kata Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit sindikasi Perang Rusia Ukraina
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top