Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catatan dari Home Credit Soal Lebaran Tahun Ini

Mobilitas masyarakat ke tempat belanja ritel dan rekreasi membaik, membawa permintaan pembiayaan Home Credit ikut naik.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  12:00 WIB
Catatan dari Home Credit Soal Lebaran Tahun Ini
Home Credit Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Home Credit Indonesia (Home Credit) ikut mendapat berkah permintaan pembiayaan dari momentum Ramadan dan Lebaran 2022.

Sylvia Lazuarni selaku Chief Financial Officer Home Credit Indonesia menjelaskan bahwa tren positif ini beriringan dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta tren mobilitas masyarakat yang mengalami peningkatan.

"Kinerja yang positif itu turut memacu pembiayaan kami selaku perusahaan pembiayaan berbasis teknologi. Pada sepanjang bulan Ramadan 2022, perusahaan membukukan pertumbuhan pembiayaan barang yang disalurkan sebesar 5,2 persen menjadi Rp710 miliar, dibandingkan bulan Ramadan 2021," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/6/2022).

Saat ini, jumlah pelanggan Home Credit secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 5,5 juta orang. Pelanggan mengakses pembiayaan untuk beragam kebutuhan melalui lebih dari 22.000 toko milik mitra usaha Home Credit di seluruh Indonesia. Jumlah ini pun meningkat hingga lebih dari 40 persen dibandingkan pada akhir April 2021.

"Mengacu kepada data Google Mobility Indeks, tren mobilitas menuju tempat ritel dan rekreasi mengalami peningkatan sebesar 24 persen pada akhir April 2022 dibandingkan dengan minus 8 persen pada akhir April 2021. Tren mobilitas ini pun disertai dengan pemulihan daya beli masyarakat Indonesia turut mengakselerasi penjualan ritel di bulan April 2022," jelasnya.

Tren ini turut tergambar dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) April 2022 yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Mei 2022, di mana kinerja penjualan ritel yang ditunjukkan melalui Indeks Penjualan Riil (IPR) telah diperkirakan meningkat sebesar 6,8 persen secara bulanan pada April 2022.

"Peningkatan penjualan eceran terjadi di sejumlah kelompok barang, di antaranya kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi meningkat 5,15 persen, serta subkelompok sandang 10,7 persen. Home Credit juga menemui tren peningkatan permintaan pembiayaan dari kelompok barang serupa," tambahnya.

Pembiayaan barang seperti fesyen yaitu tas, jam, kacamata, pakaian, sepatu, dan lain-lain mengalami peningkatan hampir 6 kali lipat dalam periode Ramadan 2022, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan volume pembiayaan yang signifikan juga dialami oleh berbagai barang lainnya seperti perlengkapan bayi seperti tempat tidur bayi, kursi bayi untuk mobil, pompa menyusui, kereta bayi, serta alat kesehatan seperti ursi pijat elektrik, alat pemurni air, alat pemurni udara.

Adapun, selain mendukung akses pembiayaan kepada konsumen, Home Credit juga senantiasa mendukung kebutuhan membangun dan mengembangkan mitra usaha melalui pembiayaan modal kerja.

Pada periode Januari hingga April 2022, Home Credit telah mendukung lebih dari 48 ribu usaha kecil dan menengah UMKM, dengan total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp560 miliar.

Sebagai informasi, penyaluran Home Credit sepanjang 2021 mencapai Rp6,5 triliun, atau meningkat sebesar 5 persen yoy ketimbang capaian periode 2020 senilai Rp6,2 triliun. Ponsel atau smartphone menjadi penyumbang terbesar, dengan porsi 63 persen dari total kontrak pembiayaan.

Terkhusus kuartal I/2022, Home Credit berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,69 triliun atau tercatat tumbuh 10 persen yoy dibandingkan capaian kuartal I/2021, yang ketika itu senilai Rp1,54 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance lebaran home credit indonesia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top