Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Ungkap Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$136,4 Miliar

Bank Indonesia mengungkapkan penyebab cadangan devisa Indonesia per Juni 2022 naik menjadi US$136,4 miliar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  11:25 WIB
BI Ungkap Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$136,4 Miliar
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) Ungkap Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US136,4 Miliar. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mengungkap penyebab cadangan devisa Indonesia pada Juni 2022 naik menjadi US$136,4 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa pada Juni mengalami kenaikan US$800 juta dari realisasi akhir Mei 2022 sebesar US$135,6 miliar.

“[Penyebab] Peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond [surat utang] pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa,” katanya dalam siaran pers, Kamis (7/7/2022).

BI menilai realisasi cadangan devisa per Juni 2022 tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Menurutnya, posisi cadangan devisa pada Juni 2022 setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Posisi ini pun berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ucapnya.

Ke depan, dia menuturkan bahwa BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

"Hal itu terjadi seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia cadangan devisa surat utang
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top