Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Raup Rekor Laba, Bank Besar Masih Berpotensi Pacu Kredit

Perbankan Tanah Air perlu mempertahankan efisiensi operasional untuk menjaga laba tetap tumbuh.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 31 Juli 2022  |  18:52 WIB
Setelah Raup Rekor Laba, Bank Besar Masih Berpotensi Pacu Kredit
Nasabah berbicara dengan karyawan melalui Video Banking di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank-bank besar dinilai memiliki potensi besar untuk menumbuhkan kredit di sisa tahun setelah melaporkan pada paruh 2022 laba tumbuh dua digit.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan pada 6 bulan terakhir 2022, perbankan perlu untuk terus melanjutkan penyaluran kredit. Jika melihat pencapaian pada kuartal II/2022, menurutnya, bank masih memiliki ruang yang cukup lebar dalam hal pembiayaan.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini yang mulai pulih ruang penyaluran kredit perbankan masih sangat besar, apalagi untuk sektor-sektor berbasis komoditi yang sedang booming oleh kenaikan harga komoditi,” kata Alfred, Minggu (31/7).

Sekadar informasi, pada kuartal II/2022 bank-bank besar mencatatkan pertumbuhan kredit yang cukup signifikan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.138,3 triliun atau tumbuh 12,2 persen year on year/yoy, sementara itu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyalurkan kredit sebesar Rp1.104, 8 triliun, tumbuh 8,7 persen yoy.

PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masing-masing menyalurkan kredit sebesar Rp675,3 triliun dan Rp620,7 triliun. Kredit BNI tumbuh 8,9 persen yoy, sementara itu BCA tumbuh 6 persen yoy.

Selain kredit, menurut Alfred, perbankan juga perlu mempertahankan efisiensi operasional untuk menjaga laba tetap tumbuh. Dampak kenaikan suku bunga global (The FED) yang sudah terjadi sejak Mei hingga Juli 2022 juga perlu diwaspadai, terkhusus untuk likuiditas.

Alfred berpendapat kinerja positif yang dibukukan bank pada semester I/2022 tidak terlepas dari keberhasilan perusahaan dalam melakukan efisiensi operasional selama pandemi. Di sisi lain mereka juga menjaga berhasil menekan cost of fund.

“Suku bunga rendah yang masih berlangsung sampai saat ini juga mampu memberi ruang untuk peningkatan margin perbankan apa lagi ditengah mulai pulihnya ekonomi dari dampak Covid-19 yang terlihat dari peningkatan pertumbuhan kredit perbankan pada 2022,” kata Alfred.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK bank mandiri bank negara indonesia bank central asia
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top