Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Mengurus Harta Nasabah Kaya Bank Danamon (BDMN) Tumbuh 25 Persen

Bank Danamon menyebutkan dana kelolaan pada bisnis wealth management perusahaan sudah tumbuh 40 persen secara tahunan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 07 September 2022  |  21:48 WIB
Bisnis Mengurus Harta Nasabah Kaya Bank Danamon (BDMN) Tumbuh 25 Persen
Karyawan melayani nasabah di salah satu cabang Bank Danamon di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencatat jumlah nasabah pada bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management mengalami pertumbuhan hingga 25 persen hingga Agustus 2022 secara tahunan. Perseroan meyakini jumlah nasabah wealth management tetap mampu tumbuh meski inflasi tinggi membayangi. 

Wealth Management Head BDMN Yulius Ardi mengatakan saat nasabah bertambah, peningkatan dana kelolaan terjadi lebih signifikan. Dia mencatat uang nasabah kaya 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, Yulius tidak menyebutkan besaran dana yang dikelola oleh lini pengurus kekayaan nasabah tajir di Danamon. 

“Hal ini ditopang oleh upaya konsisten untuk melengkapi solusi wealth management dengan cara penambahan produk, meningkatkan kualitas advisory dengan dukungan relationship manager dan investment specialist,” kata Ardi kepada Bisnis, Rabu (7/9/2022). 

Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan tersebut juga didorong oleh kemudahan transaksi melalui telepon atau email.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis wealth management perusahaan, kata dia, juga berinvestasi untuk meningkatkan layanan digital D-Bank Pro. Layanan yang memungkinkan nasabah tetap bisa memegang kendali keuangan mereka di mana pun dan kapan pun. 

“Kami juga menjalin kemitraan dengan manajer investasi yang andal dan melakukan riset pasar untuk mengetahui emerging needs dari nasabah kami sehingga kami dapat meluncurkan solusi produk yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Ardi. 

Adapun mengenai kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan ancaman inflasi tinggi, menurutnya, tidak akan terlalu berdampak pada produk wealth management. Produk tersebut saat ini menjadi kebutuhan dalam setiap kondisi. 

“Kami menilai minat masyarakat terhadap solusi wealth management tetap akan tinggi, terutama terkait saran-saran bagaimana mengendalikan pengeluaran dan mengatur agar dana yang dimiliki dapat bertumbuh lebih baik dibandingkan potensi inflasi. Kami memperkirakan pertumbuhan akan sedikit lebih moderat setelah kenaikan BBM,” kata Ardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wealth management bank danamon bdmn
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top