Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PSP Bank Maspion (BMAS) Setujui Pencaplokan oleh Entitas Kasikornbank

RUPSLB PT Bank Maspion Tbk. (BMAS) resmi menyetujui masuknya Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF) sebagai pemegang saham.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 20 September 2022  |  13:57 WIB
PSP Bank Maspion (BMAS) Setujui Pencaplokan oleh Entitas Kasikornbank
Kantor Bank Maspion (BMAS) - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB PT Bank Maspion Tbk. (BMAS) menyetujui rencana pengambilalihan perseroan oleh anak perusahaan Kasikornbank Public Company Limited (Kbank), yakni Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), bertanggal Senin (19/9/2022), pengambilalihan tersebut dilakukan melalui pembelian saham dalam BMAS yang merupakan gabungan dari penjualan saham Bank Maspion, yaitu milik PT Maspion sebesar 12,46 persen, PT Alim Investindo 8,17 persen, PT Husin Investama 2,81 persen, PT Maspion Investindo 2,46 persen, dan 5 pemegang saham individual sebesar 4,11 persen kepada KVF.

Selain itu, RUPSLB yang dilaksanakan pada 15 September 2022 itu juga menyetujui pembelian atas saham baru dalam rangka penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II), yang mengakibatkan KVF dan Kbank secara bersama-sama memiliki sedikitnya sebesar 67,5 persen saham BMAS.

Terpisah, emiten bersandi saham BMAS itu berencana untuk melakukan PMHMETD II yang akan terdiri dari pemberian hak untuk pembelian efek bersifat ekuitas dalam jumlah sebanyak-banyaknya 4,17 miliar saham baru atau setara dengan 48,45 persen dari modal disetor. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan Bank Maspion serta mendukung kegiatan usaha dan kinerja perseroan.

Sementara itu, para pemegang saham BMAS yang tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimum 48,45 persen setelah pelaksanaan PMHMETD II.

“Seluruh dana hasil PMHMETD II seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat permodalan perseroan dalam meningkatkan penyaluran kredit atau pinjaman, dan /atau investasi lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, rapat juga menyetujui perubahan pemegang saham pengendali dengan pengambilalihan saham Bank Maspion oleh KVF selaku anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Kbank.

“Itu mengakibatkan KVF dan Kbank secara bersama-sama memiliki sedikitnya sebesar 67,5 persen saham dalam perseroan, sehingga setelah Pengambilalihan selesai maka pemegang saham pengendali perseroan adalah KVF,” jelas manajemen Bank Maspion, seperti dikutip pada Selasa (20/9/2022).

 

Agenda selanjutnya adalah rapat menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris, sejak selesainya pengambilalihan dan tanggal diperolehnya hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Berikut adalah susunan pengurus sireksi dan dewan komisaris Bank Maspion terbaru:

 

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Chat Luangarpa

Komisaris : Diana Alim

Komisaris Independen : Muhammad Pujiono Santoso

Komisaris Independen : Alan Jenviphakul

Komisaris Independen : Pardi Kendy

 

Direksi

Direktur Utama : Kasemsri Charoensiddhi

Direktur : Yunita Wanda, Wong

Direktur : Endah Winarni

Direktur Kepatuhan (Independen) : Iis Herijati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KBank
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top