Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengumuman RDG BI Hari Ini, Suku Bunga Acuan Naik Jadi 4 Persen?

Beberapa ekonom memprediksi suku bunga acuan bakal naik jadi 4 persen pada pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini, Kamis (21/9/2022).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 September 2022  |  07:00 WIB
Pengumuman RDG BI Hari Ini, Suku Bunga Acuan Naik Jadi 4 Persen?
Tangkapan layar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat memaparkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI), Selasa (23/8/2022) - Youtube Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuan yang akan diumumkan dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari, Kamis (21/9/2022) setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga 75 basis poin.

Beberapa ekonom yang dihubungi Bisnis memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Days Repo Rate (BI7DRR) 25 basis poin atau menjadi 4 persen.

Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyatakan BI akan menaikkan suku bunga secara perlahan. Pasalnya, kenaikan suku bunga yang terlalu agresif dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Kami sejauh ini melihat BI akan kembali menaikkan suku bunga dengan besaran 25 basis poin ke 4,0 persen,” katanya kepada Bisnis, Senin (19/9/2022).

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan kenaikan suku bunga yang diperkirakan sebesar 25 basis poin (bps) bulan ini untuk menjangkar kenaikan inflasi, khususnya komponen inti, akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“BI diperkirakan akan mengetatkan kebijakan moneternya dengan kembali menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps ke level 4 persen pada RDG bulan. Ini merupakan upaya untuk menjangkar inflasi inti yang diperkirakan meningkat sebagai dampak dari kenaikan harga BBM yang diberlakukan pemerintah sejak awal September,” katanya kepada Bisnis, Rabu (21/9/2022).

Di samping itu, Josua mengatakan, kenaikan suku bunga juga mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang global.

Senada dengan Josua dan Irman, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) indonesia Piter Abdullah memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga di kisaran 25 – 50 basis poin.

“BI akan kembali menaikkan suku bunga acuan, merespons kenaikan suku bunga acuan The Fed dan juga lonjakan inflasi pasca kenaikan harga BBM. Minimal 25 basis poin dan maksimal 50 basis poin,” ujarnya.

Alasan BI Naikkan Suku Bunga

Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute of Social, Economics and Digital (ISED) Ryan Kiryanto memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4 persen.

“Dengan inflasi tahunan per Agustus yang sebesar 4,69 persen dan inflasi September berkisar 5,9 persen, serta ekspektasi inflasi sepanjang 2022 sebesar 5,24 persen, maka kenaikan BI7DRR sebesar 25 bps merupakan opsi keputusan yang tepat,” katanya, Rabu (21/9/2022).

Pemicu utama inflasi pada September 2022, yaitu kenaikan harga BBM dan diperkirakan akan merambat pada kenaikan harga tarif angkutan umum dan harga barang-barang kebutuhan pokok. 

Dia menilai kenaikan suku bunga BI mutlak karena adanya kenaikan realisasi inflasi hingga akhir bulan ini. Hal itu ditambah kenaikan ekspektasi pasca kenaikan harga BBM. 

Disamping itu, Ryan mengatakan terdapat faktor eksternal yang menjadi pertimbangan tambahan, yaitu suku bunga the Fed yang diperkirakan naik sebesar 75 basis poin guna merespons inflasi yang masih tinggi pada Agustus 2022.

“Dengan demikian, ruang bagi BI untuk menahan suku bunga acuan tampaknya tipis sekali. Jadi dengan pertimbangan domestik dan eksternal, RDG BI yang menaikkan BI Rate 25 bps merupakan keputusan tepat,” tuturnya.

Menurut Ryan, kenaikan suku bunga acuan lanjutan tidak akan berdampak signifikan pada laju pertumbuhan ekonomi domestik. Jika industri perbankan kemudian menaikkan suku bunga simpanan dan kredit, hal ini merupakan respons yang wajar dan sesuai dengan mekanisme pasar.

“Pernyataan BI yang akan selalu memantau perkembangan pasar dan perekonomian global dan domestik memberikan garansi bahwa bank sentral selalu ada di pasar dan kebijakannya a head the curve dan ini meningkatkan kepercayaan pasar,” kata Ryan.


Tingkat Inflasi

Sebagaimana diketahui, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen, pertama kalinya setelah ditahan pada level 3,5 persen selama 18 bulan.

Pada RDG Agustus 2022, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa keputusan kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah preemptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga BBM dan inflasi pangan.

Tingkat  inflasi pada Agustus 2022 tercatat sebesar 4,69 persen secara tahunan, meski turun dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,94 persen (year-on-year/yoy).

Berdasarkan komponennya, inflasi pada periode tersebut terutama didorong oleh inflasi pangan, yang mencapai 8,93 persen secara tahunan, meski lebih rendah dari bulan sebelumnya 11,47 persen.

Di sisi lain. inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah tercatat meningkat, dari 6,51 persen pada Juli 2022 menjadi 6,84 persen pada Agustus 2022. Tingkat inflasi inti pun tercatat meningkat, dari 2,86 persen pada Juli 2022 menjadi 3,04 persen pada Agustus 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia suku bunga acuan the fed
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top