Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BIFA 2022: Ini Berkah Digitalisasi Industri Keuangan bagi Pemulihan Ekonomi

Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi B. Sukamdani mengatakan berkah digitalisasi industri keuangan bagi pemulihan ekonomi nasional.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  14:03 WIB
BIFA 2022: Ini Berkah Digitalisasi Industri Keuangan bagi Pemulihan Ekonomi
Layar menampilkan Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi Sukamdani menyampaikan kata sambutan saat acara Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2022 di Jakarta, Kamis (13/10/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Inisiatif digital dan berbagai inovasi layanan dari para pelaku industri jasa keuangan patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya, inovasi digital berpengaruh besar terhadap upaya mempertahankan kinerja sekaligus berperan besar dalam membantu pemulihan ekonomi nasional

Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi B. Sukamdani mengungkap hal tersebut dalam sambutannya membuka Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2022, JS Luwansa Hotel & Convention Center, kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).

Menurut Hariyadi, industri keuangan menghadapi bejibun tantangan selama tiga tahun belakangan. Mulai dari pandemi Covid-19, dampak konflik geopolitik, sampai lonjakan inflasi di banyak negara yang akhirnya memaksa bank-bank sentral di berbagai belahan dunia mengerek suku bunga acuannya. 

"Pertumbuhan ekonomi melambat, tuntutan efisiensi di korporasi meningkat, serta terjadi banyak perubahan pada cara nasabah mengakses layanan finansial. Ini semua berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap industri finansial di Indonesia," ujarnya, Kamis (13/10/2022).

Beruntung, pertumbuhan ekonomi nasional masih tetap terjaga. Pada saat bersamaan, transaksi ekonomi dan keuangan digital terus mengalami kenaikan, ditopang oleh meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi perbankan digital. 

Oleh karenanya, penting untuk senantiasa menyoroti perkembangan transformasi digital para pemain industri jasa keuangan. Terutama, bagaimana para pemain beradaptasi, mengubah metode pelayanan yang semakin relevan dengan kondisi terkini. 

"Berbagai terobosan pun dilakukan, baik untuk meningkatkan efisiensi, menaikkan kinerja, bertahan di tengah pandemi, menjaring nasabah dan pelanggan, bertransformasi agar semakin digital, hingga menyiasati dinamika ekonomi global. Keberhasilan dan kreativitas menghadapi tantangan-tantangan semacam ini tentu saja layak untuk mendapatkan penghargaan," tambahnya. 

Sebagai gambaran, nilai transaksi uang elektronik pada Agustus 2022 tercatat tumbuh 43,24 persen (year-on-year/yoy) mencapai Rp35,5 triliun. Adapun, nilai transaksi digital banking meningkat 31,40 persen yoy menjadi Rp4.557,5 triliun sejalan dengan normalisasi mobilitas masyarakat. 

Selain itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit pun mengalami peningkatan 34,72 persen yoy menjadi Rp722,5 triliun. 

"Bank Indonesia sendiri memprediksi nilai transaksi di e-commerce Indonesia bisa menembus Rp536 triliun, atau meningkat 31 persen [yoy] pada 2022. Proyeksi pertumbuhan transaksi e-commerce ini, tentu saja ditopang oleh cepatnya akselerasi keuangan digital di Indonesia," ungkapnya. 

Ke depan, penggunaan uang elektronik diperkirakan bisa mencapai Rp360 triliun, atau naik 18 persen yoy pada tahun ini. Sementara itu, layanan digital perbankan akan semakin massif dan diprediksi mencapai Rp51.000 triliun sepanjang tahun ini.

Terakhir, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) juga sudah terhubung dengan 18,7 juta merchant atau pedagang, dari target 30 juta merchant pada akhir 2022. Jumlah tersebut didominasi pelaku UMKM dengan pangsa pasar mencapai 80 persen sampai 90 persen dari total merchant.

"Tentunya, keuangan digital akan terus terakselerasi dengan adanya dukungan sinergi dan kolaborasi banyak pihak, mulai dari otoritas atau regulator hingga pelaku industri. Teknologi baru terbukti telah mengubah cara orang berkomunikasi, bersosialisasi, bahkan cara orang bertransaksi maupun berinvestasi," ungkapnya. 

Sejalan dengan hal itu, Hariyadi menyebut Bisnis Indonesia Group of Media (BIG Media) pun berupaya mengapresiasi para pemain yang berhasil memanfaatkan momentum tersebut, serta membuktikan diri mampu menjaga kinerja menonjol atau efisiensi tinggi, dan konsisten berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik. 

Pasalnya, Harian Bisnis Indonesia lewat BIFA 2022 percaya apresiasi akan mendorong industri finansial, baik bank, asuransi, multifinance, maupun fintech, serta industri keuangan di pasar modal, untuk berperan lebih besar lagi dalam pemulihan ekonomi yang sempat mendapatkan tekanan selama pandemi Covid-19, menghadapi tantangan ekonomi global, serta perkembangan teknologi digital.

"Harapan kami, penganugerahan Bisnis Indonesia Financial Award 2022 dapat mendorong kemajuan industri finansial di Indonesia, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi negara dalam transisi menuju endemi Covid-19. Semoga," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) Pemulihan Ekonomi Nasional digitalisasi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top