Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Simpanan Nasabah Tajir Perbankan Tumbuh 11,2 Persen, Ini Pemicunya

Tabungan nasabah kaya di perbankan dengan nilai lebih dari Rp5 miliar tumbuh 11,2 persen yoy per Agustus 2022 hingga mencapai Rp3.975 triliun.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 19 Oktober 2022  |  23:26 WIB
Simpanan Nasabah Tajir Perbankan Tumbuh 11,2 Persen, Ini Pemicunya
Ilustrasi tabungan nasabah kaya. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tabungan nasabah kaya di perbankan dengan nilai lebih dari Rp5 miliar tumbuh 11,2 persen per Agustus 2022 secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai Rp3.975 triliun. Secara month-to-month (mom), tabungan nasabah kaya ini juga tumbuh 1,4 persen.

Dengan pertumbuhan itu, tabungan nasabah kaya mendominasi keseluruhan simpanan di perbankan dengan proporsi 51,8 persen.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, jumlah simpanan nasabah di perbankan secara keseluruhan mencapai Rp7.675 triliun pada Agustus 2022. Jumlah itu mengalami kenaikan 7,7 persen yoy.

Di sisi lain, tiering simpanan Rp100 juta yang menjadi kontributor kedua dari total simpanan yang dicatat LPS mencatatkan kontraksi 0,9 persen secara mom, walaupun secara yoy tetap tumbuh 3,4 persen.

Kategori simpanan pada tiering Rp200 juta – Rp500 juta yang menjadi kontributor terbesar ketiga juga terkoreksi 0,2 persen mom, tetapi tumbuh yoy sebesar 5,5 persen menjadi Rp652 triliun.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa pertumbuhan tabungan nasabah kaya itu menandakan ketertarikan dalam mengamankan uang di deposito.

"Orang cenderung menahan investasi dan menyimpan dalam instrumen deposito," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (19/10/2022).

Hal ini terjadi di tengah tren kenaikan suku bunga perbankan. "Ketertarikan dapat gain dari special interest menjadi pertimbangan," ujarnya.

Di sisi lain, angka proporsi simpanan di perbankan yang didominasi oleh nasabah kaya menurutnya masih kategori wajar.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa juga menuturkan bahwa peningkatan tabungan nasabah kaya di perbankan mencerminkan ekonomi Indonesia yang sudah mengalami pemulihan. Hal ini didukung oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas.

Dia memproyeksikan simpanan nasabah akan terus mengalami kenaikan. Hal ini jika pertumbuhan tahun ini sebesar 5 persen dan inflasi 3 persen dapat terwujud. Oleh sebab itu, simpanan bank diperkirakan naik 8 – 10 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Itu proyeksi pertumbuhan keuntungan perusahaan, kira-kira seperti itu. Nanti orang kaya yang punya perusahaan semakin banyak juga duitnya, yang di bawah gajinya naik juga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tabungan deposito nasabah kaya
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top