Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pinjol Milik Astra Yakin Ada Momentum Lonjakan Pinjaman Akhir Tahun

PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash menilai adanya potensi kenaikan permintaan pinjaman terhadap tekfin P2P akibat era suku bunga mahal perbankan.
PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash menilai adanya potensi kenaikan permintaan pinjaman terhadap tekfin P2P akibat era suku bunga mahal perbankan./JIBI-Dedi Gunawan
PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash menilai adanya potensi kenaikan permintaan pinjaman terhadap tekfin P2P akibat era suku bunga mahal perbankan./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial pendanaan bersama (tekfin P2P lending) PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash mengakui adanya potensi lonjakan permintaan pinjaman pada akhir tahun.

Sebagai konteks, potensi kenaikan permintaan pinjaman terhadap tekfin P2P merupakan dampak dari era suku bunga mahal dari lembaga keuangan konvensional. Selain itu, ada kemungkinan bank bakal lebih selektif dalam menyalurkan kredit dalam kondisi terkini.

Chief Marketing Officer (CMO) Maucash Indra Suryawan menjelaskan bahwa pihaknya memilih strategi mengambil momentum ini dengan responsif melihat segmen-segmen peminjam (borrower) potensial, baik untuk produk multiguna maupun produktif.

"Maucash mencoba adaptif dengan perubahan kondisi ekonomi terkini. Tren permintaan pinjaman di Maucash pun sudah ada kenaikan belakangan ini, walaupun tidak terlalu signifikan. Pasalnya, perbankan sudah lebih selektif sejak Covid-19, dan tampaknya strategi tersebut masih dipertahankan ke depannya," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/10/2022).

Sebagai gambaran, sampai pertengahan 2022 lalu, Maucash mencatatkan pertumbuhan penyaluran pinjaman 130 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp733 miliar dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp318 miliar. Alhasil, sejak berdiri Maucash telah menyentuh akumulasi penyaluran pinjaman hingga Rp2,7 triliun.

Saat ini, pinjaman Maucash masih didominasi pinjaman dana tunai, sehingga peluang pertumbuhan justru membesar mendekati masa-masa krisis. Namun, seiring dengan besarnya peluang, risiko operasional pun semakin tinggi.

"Bisnis pinjaman konsumen kami itu didominasi segmen yang butuh dana tunai atau paylater untuk kondisi emergency. Jadi ketika ada pinjaman-pinjaman untuk kebutuhan darurat, baru mereka akses Maucash," jelas Indra.

Sebagai informasi, pinjaman Maucash memungkinkan dimanfaatkan para konsumen ekosistem Grup Astra untuk membayar pembelian sparepart kendaraan, servis kendaraan, atau segala pembelian barang, jasa, tagihan, dan kebutuhan lain-lain.

Adapun, untuk pinjaman produktif untuk UMKM, Maucash mengandalkan para pelaku UMKM terkait ekosistem Grup Astra, di mana kebanyakan berkaitan dengan sektor otomotif dan perdagangan eceran.

"Untuk segmen produktif, Maucash akan melihat apakah bisnis mereka terancam penurunan omzet di tengah kondisi ekonomi menantang. Kalau bisnis mereka ternyata masih bisa bertahan, Maucash akan mendukung," jelasnya.

Saat ini, pinjaman konsumtif Maucash mengakomodasi limit Rp20 juta dengan tenor 24 bulan. Sementara untuk pinjaman produktif, Maucash bisa memberikan limit hingga Rp2 miliar, juga dengan tenor maksimal 24 bulan.

"Alhasil, buat Maucash sendiri, kondisi menantang sekarang ini tetap penting untuk diperhatikan dan diantisipasi dengan baik. Tapi kami yakin tidak semua segmen konsumen dan UMKM akan terdampak, sehingga peluang pertumbuhan di akhir tahun nanti tampak terbuka lebar," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper