Panin Syariah (PNBS) Raup Laba Bersih Rp169 Miliar per Kuartal III/2022

Capaian laba bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) meningkat 67,6 kali lipat per kuartal III/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Karyawati melayani nasabah di kantor Bank Panin Dubai Syariah di Jakarta./JIBI-Dwi Prasetya
Karyawati melayani nasabah di kantor Bank Panin Dubai Syariah di Jakarta./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. (PNBS) membukukan laba bersih sebesar Rp169 miliar pada kuartal III/2022. Capaian tersebut meningkat hingga 67,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Adapun pendapatan operasional bank sebelum pencadangan mencapai Rp306,9 miliar pada kuartal III/2022, meningkat 118 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp140,8 miliar.

Sementara itu, laba sebelum pajak (PBT) mencapai Rp216,7 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Perolehan tersebut mengalami peningkatan tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp3,2 miliar.

Dengan capaian ini, direksi perseroan menyatakan bahwa emiten berkode saham PNBS ini akan terus bersinergi dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk. atau Bank Panin (PNBN) selaku induk perusahaan.

“Bank secara berkelanjutan melakukan sinergi dengan Panin Bank selaku induk perusahaan dalam hal pengembangan bisnis, tata kelola dan prudential banking,” tulis pernyataan Direksi Panin Dubai Syariah dalam keterangan resmi, Kamis (27/10/2022).

Di sisi lain, sampai dengan kuartal III/2022, PNBS mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp9,7 triliun atau tumbuh tipis 2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Perolehan ini pun membawa aset perseroan tumbuh 16 persen yoy mencapai Rp14,3 triliun.

Sejalan dengan tumbuhnya pembiayaan, aktiva tertimbang menurut risiko kredit (ATMR) mengalami peningkatan dengan posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan berada pada level 23,92 persen per kuartal III/2022.

Pada periode yang sama, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) secara gross berada di posisi 3,52 persen. Direksi menyatakan bahwa perseroan terus berupaya memperbaiki kualitas aktiva produktifnya.

Sementara itu, kinerja penghimpunan dana juga mengalami peningkatan. Secara tahunan, total dana pihak ketiga (DPK) PNBS naik 36 persen, atau dari Rp8,02 triliun menjadi Rp10,87 triliun. Raihan ini diikuti dengan financing to deposit ratio (FDR) terjaga di level 89,2 persen.

Rasio lainnya, seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) yang mencerminkan rentabilitas bank pada kuartal III/2022 meningkat ke posisi 2,03 persen dan 10,49 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dionisio Damara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper