Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

OJK Ajak Bank hingga Perusahaan Asuransi Berkantor di IKN

OJK pun mengajak industri jasa keuangan seperti perbankan hingga asuransi untuk bersama-sama membangun sinergi di IKN.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 29 Oktober 2022  |  19:43 WIB
OJK Ajak Bank hingga Perusahaan Asuransi Berkantor di IKN
Pradesain Istana Negara berlambang burung Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) karya seniman I Nyoman Nuarta - Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan komitmennya untuk berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) sejak hari pertama IKN resmi jadi ibu kota baru.

OJK pun mengajak industri jasa keuangan seperti perbankan hingga asuransi untuk bersama-sama membangun sinergi di IKN.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, pihaknya beberapa kali menyambangi IKN. "Kami tinjau IKN dan berkomitmen untuk berkantor di sana pada hari pertama IKN resmi jadi ibukota negara," katanya dalam puncak acara Bulan Inklusi Keuangan 2022 pada Sabtu (29/10/2022) di Jakarta.

Ia mengatakan, pada 2024 akan dirancang dan memulai proses pengembangan kantor baru OJK di IKN.

Sedangkan, menurutnya untuk sinergi dan kolaborasi antar industri jasa keuangan, ia pun berharap agar perbankan hingga perusahaan asuransi itu turut berkantor di IKN. "Saya tidak berharap lain, kecuali semua industri jasa keuangan juga berkantor di IKN sejak hari pertama," katanya.

Ia mengatakan, IKN yang berlokasi di Pulau Kalimantan mempunyai potensi mendongkrak pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia.

Kalimantan mempunyai luas empat kali lipat daripada Pulau Jawa. "Ketika mengandalkan Pulau Jawa saja pertumbuhannya sudah seperti sekarang, bayangkan kalau dikembangkan lagi di Kalimantan. Tapi, pertumbuhan besar itu tidak tercapai kalau tidak ada koordinasi," ujarnya.

Mahendra juga mengatakan, koordinasi antara regulator dan industri jasa keuangan diperlukan untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, indeks inklusi keuangan di Indonesia mencapai 85,10 persen. Lalu, indeks literasi keuangan mencapai 49,68 persen.

Indeks inklusi keuangan Indonesia tahun ini naik 8,91 basis poin (bps) jika dibandingkan dengan SNLIK pada 2019 yang mencapai 76,19 persen.

Sementara, indeks literasi keuangan Indonesia naik 11,65 bps jika dibandingkan SNLIK sebelumnya 38,03 persen.

Selain itu, koordinasi diperlukan agar industri jasa keuangan Indonesia siap menghadapi gejolak ekonomi global. "Kita masuk ke grass root dan undang seluruh pihak agar bersinergi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Baru OJK IKN
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top