Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja 4 Emiten Bank Digital Berburu Tabungan dan Deposito: ARTO, AGRO, BBYB, atau BBHI Juaranya?

Bank Neo Commerce (BBYB) menjadi bank digital dengan total perolehan DPK terbesar yakni Rp12,67 triliun, tumbuh 90 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 06 November 2022  |  22:36 WIB
Kinerja 4 Emiten Bank Digital Berburu Tabungan dan Deposito: ARTO, AGRO, BBYB, atau BBHI Juaranya?
Nasabah melakukan transaksi di PT Bank Raya Indonesia Tbk., Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Empat bank digital yang telah merilis laporan keuangan kuartal III/2022 mencatatkan penghimpunan dana masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK), yang terdiri atas giro, tabungan, dan deposito sebesar Rp33,65 triliun.

Mereka adalah PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), dan PT Bank Jago Tbk. (ARTO).

Berdasarkan data yang diolah Bisnis dari laporan keuangan masing-masing perusahaan, Minggu (6/11/2022), Bank Neo Commerce menjadi bank digital dengan total perolehan DPK terbesar yakni Rp12,67 triliun. Jumlah ini tumbuh 90 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan perolehan DPK tersebut tidak terlepas dari tumbuhnya jumlah pengguna aplikasi Neobank. Hingga September 2022, Neobank memiliki 19,8 juta pengguna atau dari posisi 8,2 juta pengguna pada tahun lalu.

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO). Perseroan membukukan total DPK sebesar Rp9,62 triliun, anjlok 43 persen yoy. Penurunan ini disebabkan oleh susutnya deposito yang mencapai 48 persen yoy.

Peringkat ketiga dihuni oleh Bank Jago yang mampu menghimpun DPK sebesar Rp7,28 triliun atau tumbuh 186 persen yoy. Jika diperinci, dana murah yang mencakup giro dan tabungan mencapai Rp5,14 triliun, melesat 422 persen secara tahunan.

Pada saat bersamaan, deposito mengalami pertumbuhan sebesar 38 persen yoy menjadi Rp2,14 triliun. Lewat komposisi tersebut rasio dana murah (current account saving account/CASA) dari bank digital besutan Jerry Ng ini berada pada level 71 persen.

“Hingga September 2022 kami berada pada jalur yang tepat menuju pertumbuhan yang solid,” ujar Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar.

Di peringkat keempat, ada Allo Bank yang membukukan DPK mencapai Rp4,07 triliun atau tumbuh 84 persen dari periode yang sama tahun lalu. Penopang pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan simpanan tabungan sebesar 236 persen menjadi Rp257,02 miliar.

Presiden Direktur Allo Bank Indra Utoyo menyampaikan bahwa pihaknya telah mencapai banyak hal sebagai bank digital dengan terus mengoptimalkan ekosistem bisnis CT Corp selaku pemegang saham strategis perseroan.

Berikut raihan DPK dari BBYB, AGRO, ARTO, dan BBHI per kuartal III/2022:

DPK (Rp triliun) September 2022 September 2021Perubahan (%)
Bank Neo Commerce (BBYB)12.672.3696.676.45590%
Bank Raya Indonesia (AGRO)9.624.11016.862.850-43%
Bank Jago (ARTO)7.284.9772.543.338186%
Allo Bank (BBHI)4.077.8882.210.49684%
Total33.659.34428.293.13919%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank neo commerce Allo Bank bank jago Bank Raya
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top