Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lampaui ATM, Nilai Transaksi Digital Banking Tembus Rp5.184,1 Triliun per Oktober 2022

Bank Indonesia mencatat transaksi digital banking telah tembus Rp5.184,1 triliun, sementara kartu ATM dan kartu kredit Rp691,6 triliun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 17 November 2022  |  16:57 WIB
Lampaui ATM, Nilai Transaksi Digital Banking Tembus Rp5.184,1 Triliun per Oktober 2022
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Transaksi ekonomi dan keuangan digital terus meningkat tecermin dari nilai transaksi digital banking yang tembus Rp5.184,1 triliun, sementara kartu ATM dan kartu kredit tercatat Rp691,6 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya terus meningkatkan efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan kebijakan dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami kenaikan ditopang oleh meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking,” ujarnya Kamis (17/11/2022).

Hasilnya, nilai transaksi digital banking tercatat meningkat 38,38 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp5.184,1 triliun pada Oktober 2022. Adapun nilai transaksi uang elektronik atau UE tumbuh 20,19 persen yoy menjadi Rp35,1 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mengalami peningkatan 23,52 persen yoy menjadi Rp691,6 triliun. Di sisi lain, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) meningkat 6,04 persen yoy mencapai Rp905,9 triliun.

Dari sisi perbankan, tiga bank besar di Indonesia yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi mobile banking pada kuartal III/2022.

Merujuk laporan presentasi BCA, nilai transaksi m-banking perseroan tumbuh 39,1 persen dibandingkan kuartal III/2021 yang mencapai Rp2,850 triliun. Hal ini diikuti oleh volume transaksi yang juga meningkat 49 persen yoy menjadi 3,93 miliar transaksi.

Sementara itu, Bank Mandiri melalui aplikasi ponsel Livin’ by Mandiri membukukan nilai transaksi Rp1.716 triliun sepanjang tahun berjalan, diikuti dengan volume transaksi Livin’ yang tercatat mencapai 1,38 miliar.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan saat ini Livin’ by Mandiri telah diunduh lebih dari 18 juta kali dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Realisasi tersebut ikut mendorong raihan dana pihak ketiga (DPK) perseroan yang naik 12,13 persen yoy.

“Ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah berhasil berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tren yang terus membaik,” ujarnya.

Adapun m-banking BNI sampai dengan kuartal III/2022 telah membukukan nilai transaksi sebesar Rp569 triliun atau naik 27,3 persen secara tahunan. Di sisi lain jumlah transaksi mencapai 421 juta transaksi pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital perbankan Bank Indonesia
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top