Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Saham Adira (ADMF) Positif Jelang 2023

ADMF pun mulai mempersiapkan diri, antara lain lewat mencoba strategi baru, menambah layanan, serta memperkuat inisiatif digital.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 November 2022  |  23:01 WIB
Kinerja Saham Adira (ADMF) Positif Jelang 2023
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) mengakui bakal kembali menghadapi periode menantang jelang periode 2023.

Anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) yang baru saja merayakan ulang tahun ke-32 pada 13 November 2022 ini pun mulai mempersiapkan diri, antara lain lewat mencoba strategi baru, menambah layanan, serta memperkuat inisiatif digital.

Namun, keterbukaan Adira Finance untuk menyongsong tahun depan secara lebih konservatif itu nyatanya membawa kinerja sahamnya terus menghijau dalam beberapa waktu belakangan.

Saham emiten ADMF pada Jumat (18/11/2022) ditutup menguat ke level Rp9.250, tercatat naik 1,09 persen ketimbang hari sebelumnya, dan tercatat naik 19,74 persen ketimbang awal tahun ini di level Rp7.725 per lembar saham.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengungkap setidaknya ada dua sentimen negatif yang berpotensi mempengaruhi bisnis ADMF ke depan.

Pertama, potensi pelemahan daya beli akibat lonjakan inflasi, terutama dari kenaikan harga BBM dan lonjakan harga bahan-bahan pokok. Kedua, pengetatan kebijakan moneter terkait kenaikan suku bunga acuan untuk mengimbangi tekanan inflasi.

"Kenaikan suku bunga acuan kelihatannya belum akan selesai. Perlu diingat, salah satu biaya terbesar buat lembaga keuangan itu biaya dana atau cost of fund. Ini kami perkirakan dampaknya akan sampai tahun depan," ujar Made dalam diskusi terbatas bersama media, dikutip Sabtu (19/11/2022).

Oleh sebab itu, ADMF tengah mempersiapkan beberapa strategi baru, untuk meminimalkan dampak-dampak kondisi eksternal tersebut terhadap kinerja laba-rugi ke depan.

"Beberapa yang kita lakukan berbeda dari sebelumnya, yaitu menaikkan pangsa pasar kami di produk otomotif menengah ke atas untuk mobil penumpang. Sekarang, Adira Finance siap melayani dengan harga tetap kompetitif, yang juga berkat dukungan kolaborasi dari Danamon dan MUFG," tambahnya.

Sebagai gambaran, pangsa pasar otomotif menengah ke atas yang notabene memiliki nasabah berkualitas baik, akan berpengaruh kepada suatu multifinance dari sisi efisiensi beban, karena multifinance bersangkutan tidak perlu menganggarkan pencadangan terlalu besar.

Selain itu, ADMF juga bakal mengusung strategi memperkuat kinerja pembiayaan multiguna dana tunai atau multipurpose loan. Adapun, untuk produk baru, ADMF pun mulai menawarkan pembiayaan alat berat sejak pertengahan tahun ini.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa membenarkan bahwa strategi untuk meningkatkan portofolio roda empat memang merupakan upaya untuk mempertahankan kinerja laba-rugi tetap tumbuh tahun depan.

"Buat Adira Finance, sepeda motor memang profit generator sejak lama. Tapi dalam kondisi terkini, kami juga mengincar tumbuh dari sisi kualitas aset. Jadi walaupun mobil profitnya tidak secantik motor, tapi segmen ini bisa punya NPF kurang dari 0,1 persen. Terlebih, kami juga punya basis nasabah ekosistem Danamon, jadi kualitasnya pasti terjaga," jelasnya ketika ditemui Bisnis beberapa waktu lalu.

Gani menambahkan bahwa investasi terkait teknologi informasi (IT) demi memperkuat digitalisasi juga bakal menjadi fokus. Terlebih, tahun ini laba bersih diproyeksi tumbuh signifikan, sehingga alokasi buat investasi IT tahun depan pun bisa dipatok lebih besar ketimbang saat ini.

Oleh sebab itu, tahun depan ADMF berencana meningkatkan alokasi belanja modal (capex) sekitar 15-25 persen dibandingkan realisasi tahun ini. Sekadar informasi, sepanjang tahun berjalan, belanja modal ADMF terealisasi Rp150 miliar.

"Mayoritas capex untuk penguatan infrastruktur IT, dan sebagian lainnya buat menambah kantor cabang. Menurut kami, investasi IT masih menjadi tuntutan terus-menerus, terutama untuk memperluas koneksi dengan ekosistem digital. Selain itu, memperkuat platform digital itu salah satunya demi menambah kedekatan kepada konsumen," tambahnya.

Sebagai informasi, ADMF saat ini memiliki platform daring bertajuk Adiraku, platform jual-beli otomotif Momobil.id dan Momotor.id, serta platform digital pinjaman tunai dicicilaja.com. Keempatnya bukan hanya dirancang menjadi kanal akuisisi pembiayaan alternatif buat ADMF, namun juga demi meningkatkan loyalitas pelanggan.

Sebagai contoh, saat ini Adira Finance masih mengadakan program HARCILNAS atau Harinya Cicilan Lunas 2022 yaitu program undian bagi pelanggan setia yang diadakan secara nasional sampai 31 Desember 2022.

Caranya, pelanggan menukarkan adirapoin pada aplikasi Adiraku dengan kupon undian. Keuntungan yang diberikan berupa pelunasan seluruh sisa angsuran untuk 32 orang pelanggan yang beruntung, dan hadiah berupa pelunasan 1 kali angsuran untuk 320 pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adira finance adira dinamika multi finance Kinerja Emiten Kinerja Saham
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top