Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Korban Wanaartha Life Klaim Rugi Rp15 Triliun, Ini Tuntutan Korban

Ratusan korban Wanaartha Life menuntut pemerintahan Presiden Jokowi tegas dalam menghadapi kasus yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut.
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 21 November 2022  |  20:40 WIB
Korban Wanaartha Life Klaim Rugi Rp15 Triliun, Ini Tuntutan Korban
Nasabah Wanaartha saat melakukan aksi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sekitar ratusan korban PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) atau PT WAL telah melakukan unjuk rasa di Patung Kuda Jl Merdeka Barat. Para korban ini mengajukan berbagai tuntuntan untuk segera di dengar oleh pemerintah dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perwakilan Aliansi Korban Wanaartha Life Christian menyampaikan, terdapat sejumlah tuntutan yang ingin didengar oleh pemerintah dan Presiden. Tuntutan pertama adalah pemerintah untuk segera memulangkan pemilik Wanaartha Life yang saat ini berada di luar negeri.

“Kami meminta agar pemerintah itu tegas terhadap kasus Wanaartha Life ini dan melakukan tindakan supaya pemilik Wanaartha Life bisa dimintakan pertanggung jawaban. Mereka ini kan sudah lama menjadi DPO,” ujar Christian saat melakukan demo di Patung Kuda Jl Merdeka Barat, Senin (21/11/2022).

Tuntutan yang kedua adalah para korban meminta agar pemerintah dan presiden serius dalam menyelesaikan kasus ini dan memulangkan aset-aset korban yang telah digelapkan sebanyak Rp15 triliun.

“Tuntutan terakhir kami, para korban berharap presiden bisa membentuk satgas, antara OJK, BPATK, Bareskrim, Kementrian Luar Negeri dan lainnya untuk menindak kasus investasi bodong deengan modus asuransi,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, kasus Wanaartha Life tersebut telah berlangsung selama tiga tahun  dan tidak kunjung usai. Nasabah pun merasa kasus ini bukan gagal bayar lagi, melainkan uang konsumen sudah di rampok oleh Wanaartha Life.

Selama 3 tahun kami sudah menghadapi masalah Wanaartha Life tapi tidak pernah kunjung usai. Sejauh ini yang kami ketahui bahwa ini bukan hanya sekedar gagal bayar, tapi ini adalah perampokan karena uang kami sama sekali sudah tidak ada.

“Uang yang hilang dari para korban Wanaartha Life bukan hanya Rp1 miliar sampai Rp2 miliar saja. Manajemen sudah sempat menyampaikan bahwa uang yang hilang sebesar Rp15 triliun, angka ini bukan gagal bayar lagi. Uang kas yang dimiliki perusahaan sudah kosong, ini bisa dibilang perampokan uang konsumen,” ujar Perwakilan Aliansi Korban Wanaartha Life Johannes Buntoro Fistanio.

Menurut Johannes, kasus ini seharusnya bisa ditangani dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena OJK memiliki penyidik dan tatanan yang luar biasa. Namun sampai saat ini para korban Wanaartha Life tidak bisa mendapatkan pegembalian uang sepeser pun.

“Kasus ini bisa merusak industri asuransi Indonesia. Kami melihat semua perusahaan yang berada di industri IKNB semuanya mengalami kehilangan uang, bukan gagal bayar, seperti yang dialami oleh Bumiputera dan Jiwasraya,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jiwa adisarana wanaartha asuransi asuransi jiwa
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top