Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laporan BI: Suku Bunga Kredit dan Simpanan Terus Meningkat 

Rata-rata tertimbang suku bunga kredit perbankan mencapai 9,09 persen atau meningkat 12 bps dibandingkan dengan September 2022.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 24 November 2022  |  05:53 WIB
Laporan BI: Suku Bunga Kredit dan Simpanan Terus Meningkat 
Ilustrasi suku bunga.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Dampak kenaikan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) mulai berdampak pada suku bunga kredit dan simpanan yang ditetapkan oleh bank.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar pada Oktober 2022, yang dirilis Bank Indonesia pada Rabu (23/11/2022). Rata-rata tertimbang suku bunga kredit perbankan mencapai 9,09 persen atau meningkat 12 basis poin (bps) dibandingkan dengan September 2022.

“Pada Oktober 2022, suku bunga pinjaman dan simpanan mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya sejalan dengan peningkatan suku bunga acuan,” tulis laporan tersebut.

Terkait dengan suku bunga simpanan berjangka atau deposito, bank sentral mencatat bahwa simpanan berjangka atau deposito pada Oktober 2022 mengalami peningkatan di seluruh tenor dibandingkan posisi bulan sebelumnya.

Suku bunga deposito untuk tenor 1 bulan membukukan peningkatan tertinggi, yakni naik 39 bps menuju level 3,37 persen. Sementara itu, tenor 3 bulan meningkat sebesar 32 bps menjadi 3,38 persen per Oktober 2022.

Selain itu, suku bunga deposito untuk tenor 6 bulan naik 31 bps menuju posisi 3,59 persen, diikuti tenor 12 bulan yang naik 32 bps menjadi 3,84 persen, dan bunga deposito untuk tenor 24 bulan meningkat 34 bps menuju 4,35 persen.

Pada saat bersamaan, bank sentral mencatat penyaluran kredit industri perbankan mencapai Rp6.314,4 triliun, tumbuh 11,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan ini lebih pesat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 10,89 persen yoy.

Peningkatan penyaluran kredit itu terjadi pada nasabah korporasi sebesar 14,09 persen yoy menjadi Rp3.258,8 triliun, sementara nasabah perorangan mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,49 persen secara tahunan menuju Rp3.007,5 triliun.

Adapun penghimpunan DPK tercatat mencapai Rp7.681,9 triliun. Jumlah ini meningkat 10 persen secara tahunan atau lebih tinggi dari posisi September 2022 yakni 7,7 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku bunga acuan Suku Bunga perbankan suku bunga kredit
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top