Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tarik Ulur Gazco di Saham Bank Neo (BBYB), Net Sell 225,19 Juta Saham

Gozco Capital, di tengah right issue tercatat menjual kepemilikan sahamnya di Bank Neo (BBYB) sebesar net 229.192.189 lembar.
Karyawan melayani nasabah di Digital Lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (27/9/2022). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melayani nasabah di Digital Lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (27/9/2022). Bisnis/Suselo Jati
Bisnis.com, JAKARTA - PT Gozco Capital pemegang saham pengendali awal di PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) sebelum beralih ke Asabri dan kemudian ke Akulaku, kembali menjual 225,19 juta lembar saham yang dimiliki setelah sehari sebelumnya melakukan aksi borong 40,09 juta lembar saham.

Secara lebih rinci dalam keterbukaan manajemen BBYB bertanggal 21 Desember 2022, transaksi penjualan saham tersebut terekam terjadi pada 8 Desember 2022 dengan Gozco melepas 229.192.189 lembar saham.

Sedangkan sehari sebelumnya, Gozco Capital menambah portofolio kepemilikan saham BBYB dengan melakukan transaksi beli 40,07 juta lembar (7/12/2022).

Hingga 7 Desember 2022, Bank Neo Commerce melaporkan komposisi pemegang saham masih dipimpin oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan sebesar 15,66 persen. Sementar Gozco Capital tercatat sebesar 12,40 persen, Rockcore Financial Technology Co. Ltd sebesar 6,12 persen dan publik sebesar 55,8 persen.

Namun, pada Rabu (21/12/2022) manajemen Bank Neo Commerce kembali mengumumkan bahwa komposisi kepemilikan saham Gozco terpangkas 1,87 persen sejalan dengan transaksi penjualan yang dilakukannya tersebut.

"Jumlah saham dan persentase kepemilikan sebelum dan sesudah transaksi menjadi, sebelum: 1.493.171.434 (12,40 persen) dan sesudah: 1.267.975.705 (10,53 persen)," jelas Ricko Irwanto selaku Direktur Kepatuhan BBYB dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (22/12/2022).

Untuk diketahui, selama aksi Gazco ini, BBYB juga tengah menggelar rights issue dengan menerbitkan 2,61 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp650 per saham. Alhasil, perseroan diproyeksi menyerap dana segar sekitar Rp1,7 triliun hingga memperkuat struktur modal inti perseroan melebihi Rp3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Alifian Asmaaysi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper