Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HSBC Ramal Investasi Sektor Konsumen dan Bank Masih Menarik

HSBC menyebutkan investasi di Indonesia masih menjanjikan, terutama untuk sektor konsumen dan bank.
Logo HSBC./Istimewa
Logo HSBC./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — HSBC Global Private Banking memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan moderat pada 2023. Sementara, iklim investasi di Indonesia masih menjanjikan, terutama di sektor konsumen dan perbankan.

Chief Investment Officer Southeast Asia, HSBC Private Banking and Wealth James Cheo mengatakan bahwa perekonomian Indonesia saat ini telah tumbuh didorong oleh konsumsi swasta, ekspor, dan belanja investasi yang kuat. Indonesia menurutnya telah menikmati hasil pertumbuhan ekspor didukung oleh harga komoditas yang tinggi. 

Indonesia merupakan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan pengekspor batu bara terbesar kedua di dunia. Meskipun beberapa harga komoditas telah turun, namun harganya itu tetap pada kisaran yang tinggi dan menguntungkan. 

Selan itu, ekonomi Indonesia didorong oleh investasi. Ini karena adanya peningkatan rantai pasok nikel. Indonesia pun sekarang menjadi pengekspor baja stainless terbesar di dunia, dan berupaya menjadi produsen utama baterai kendaraan listrik.

Namun, ia memperkirakan bahwa pendorong ekonomi pasca-pandemi di Indonesia itu akan melambat pada 2023. "Akibatnya, kami perkirakan perekonomian Indonesia akan moderat dan tumbuh sebesar 4,3 persen pada 2023” kata Cheo dalam Media Round Table: HSBC Investment Outlook 2023, pada Selasa (17/1/2023).

Meski begitu, iklim investasi di Indonesia tetap menjanjikan. Di pasar saham, ia tetap optimis keran investasi tetap mengucur.

Sementara, sektor yang mempunyai potensi di pasar saham itu adalah sektor konsumen dan perbankan. "Kami pikir peluang di pasar saham Indonesia akan ada di perusahaan konsumen dan bank tertentu," ujar Cheo.

Apalagi, menurutnya inflasi kemungkinan akan ada di level sedang. Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada kuartal I/2023, suku bunga acuannya menjadi 5,75 persen. 

Sebelumnya, JPMorgan Chase & Co. juga menyebutkan bahwa pasar saham Indonesia menjadi pilihan yang lebih disukai pada 2023 dan berkinerja terbaik. Sementara, sektor perbankan menjadi andalan di pasar saham itu.

Co-manager JPMorgan Asean Equity Stacey Neo mengatakan bahwa sektor perbankan akan menarik karena didorong oleh tren suku bunga acuan yang tinggi.

Ia mengatakan, dengan tingginya suku acuan, bank-bank di Indonesia dan Singapura akan mendapatkan keuntungan dari ekspansi margin. Selain itu, bank juga akan mendapatkan permintaan kredit yang lebih tinggi serta peningkatan adopsi teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper