Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bank Danamon Naik 2 Kali Lipat, Ini Rahasianya

Bank Danamon mencatatkan net interest margin hingga 8 persen dan ini pertumbuhan laba hingga 2 kali lipat.
Karyawan melayani nasabah di salah satu cabang Bank Danamon di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani nasabah di salah satu cabang Bank Danamon di Jakarta, Selasa (22/2/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) membukukan laba bersih 2022 senilai Rp3,3 triliun pada akhir 2022, atau naik 2 kali lipat, lebih tepatnya  naik 110 persen dari periode 2021 senilai Rp1,6 triliun.

Direktur Keuangan Bank Danamon Muljono Tjandra menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dikarenakan oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan penurunan biaya cost of credit perseroan.

"Net interest margin kami naik 30 bps dibandingkan dengan tahun lalu atau mencapai 8 persen. Sementara rasio cost of credit membaik 200 bps dibandingkan tahun lalu menjadi 2,4 persen," jelasnya dalam paparan kinerja tahun fiskal 2022 Bank Danamon, Rabu (15/2/2023).

Di samping itu, dari sisi penyaluran kredit, Bank Danamon diketahui berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 12 persen mencapai Rp146,7 triliun, angka tersebut menjadi tertinggi dalam sejarah Bank Danamon.

"Pertumbuhan yang sehat ini didukung oleh kredit perbankan komersial dan kredit konsumer yang keduanya berhasil tumbuh 18 persen," jelasnya.

Muljono menambahkan, pertumbuhan tersebut juga turut didukung oleh kolaborasi yang berkesinambungan oleh MUFG.

Selaras dengan fokus Bank Danamon dalam meningkatkan dana murah, saldo giro dan tabungan (CASA) meningkat 12 persen mencapai 81,3 triliun tertinggi dalam sejarah.

"Atas hal tersebut, rasio giro dan tabungan atau CASA kami menjadi 63,9 persen dari 59,1 persen tahun 2021, hal ini juga merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah Bank Danamon." tambah Muljono.

Lebih lanjut, kenaikan rasio kredit juga diikuti oleh penuluran rasio kredit bermasalah atau NPL di tahun 2022 menjadi 2,6 persen atau membaik 10 bps dibanding tahun sebelumnya.

Di samping itu, BDMN juga mencatatkan rasio NPL coverage yang meningkat dari tahun lalu mencapai 231 persen .

"LAR covid turun 341 bps yoy di angka 12,6 persen, rasio intermediasi makro prudensial naik menjadi 92,1 persen yang menunjukkan tingkat likuiditas bank yang baik," jelas Muljono.

Di samping itu, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) secara konsolidasi Bank Danamon berada pada level 26,3 persen hingga Desemb

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper