Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Berbalik Cuan, Bank Raya (AGRO) Raup Laba Rp11,46 miliar Sepanjang 2022

Pada akhir 2021 Bank Raya (AGRO) membukukan rugi bersih senilai Rp3,05 triliun.
Karyawan beraktivitas di kantor cabang PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), Jakarta, Selasa (3/1/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas di kantor cabang PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), Jakarta, Selasa (3/1/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba pada akhir 2022. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI ini membukukan laba Rp11,46 miliar sepanjang 2022 dari kondisi rugi bersih Rp3,05 triliun sepanjang 2021.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan capaian itu didapat perusahaan karena menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada perbaikan kualitas aset dan pemulihan. Bank Raya juga memberikan ruang untuk menajamkan fokus efisiensi dan efektivitas kegiatan operasional serta peningkatan customer experience.

"Perseroan terus memprioritaskan profitabilitas secara berkesinambungan untuk mewujudkan misi kami memperkuat sinergi ekosistem BRI Group," katanya dalam keterangan tertulis pada Kamis (2/3/2023).

Bank Raya sendiri mencatatkan pendapatan dari pemulihan atas kredit yang sudah hapus buku atau recovery income Rp562,1 miliar pada 2022. Berdasarkan laporan keuangannya, Bank Raya juga mencatatkan penurunan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) 84,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp581,46 miliar.

Rasio profitabilitas Bank Raya pun membaik. Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) Bank Raya meningkat dari -14,17 persen pada 2021, menjadi 0,85 persen pada 2022. Sementara, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) naik dari -95,44 persen pada 2021 menjadi 0,53 persen pada 2022.

Begitu juga dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank berkode emiten AGRO ini naik dari 3,87 persen pada 2021, menjadi 4,56 persen pada 2022.

Akan tetapi, penyaluran kredit Bank Raya susut 33,10 persen yoy menjadi Rp7,76 triliun pada 2022. Aset Bank Raya pun turun 17,61 persen yoy menjadi Rp13,89 triliun pada 2022.

Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan penurunan penyaluran kredit ini dampak dari langkah strategis perseroan untuk melakukan penataan kembali portofolio bisnisnya. 

Seiring dengan penataan portofolio tersebut, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross AGRO memang menunjukkan perbaikan menjadi 2,90 persen pada 2022, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,98 persen. Akan tetapi, NPL nett Bank Raya naik dari 0,04 persen pada 2021, menjadi 0,54 persen pada 2022.

Dari sisi pendanaan, Bank Raya mencatat dana pihak ketiga (DPK) Rp9,8 triliun pada 2022, turun 27,35 persen yoy. Dana murah atau current account savings account (CASA) Bank Raya pun berkurang 39,05 persen yoy menjadi Rp3,09 triliun pada 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper