Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Makin Apik, Akulaku Bungkus Lagi 6,88 Juta Saham Bank Neo Commerce (BBYB)

Aksi borong saham oleh Akulaku terjadi melalui dua kali transaksi yang dilakukan pada dua hari berturut-turut.
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - PT Akulaku Silvrr Indonesia kembali melanjutkan aksi borong saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB). Pada transaksi kali ini, Akulaku belanja 6,88 juta saham BNC.

Mengacu pada laporan yang dibagikan perseroan, aksi bungkus saham oleh Akulaku itu terjadi melalui dua kali transaksi yang dilakukan pada dua hari berturut-turut.

Tepatnya, pada Kamis (27/4/2023) dengan total saham diborong yakni 4,65 juta (4.655.900) saham dan Jumat (28/4/2023) dengan total saham sebanyak 2,22 juta (2.225.800) saham.

Alhasil, jumlah kepemilikan Akulaku atas BBYB tercatat makin menebal menjadi 3,20 miliar lembar saham dengan persentase kepemilikan sebesar 26,59 persen.

Untuk diketahui, aksi bungkus saham yang dilakukan oleh Akulaku kali ini terjadi seiring dengan kinerja BBYB pada kuartal I/2023 menunjukkan tren positif.

Hingga Maret 2023, BBYB mencatatkan rasio rugi bersih yang terus menyusut 83,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp68,4 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut salah satunya didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang melesat 249 persen menjadi Rp691,6 miliar dari posisi pada periode yang sama di tahun sebelumnya Rp197,92 miliar.

Kemudian, seiring dengan tren positif pada sisi bottom line, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank juga tercatat meroket 842 basis poin (bps) menjadi 16,14 persen dari 7,72 persen pada kuartal I/2023.

Di samping itu, bank diketahui makin efisien, tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berhasil dipangkas 8.560 bps menjadi 106,74 persen dari 192,34 persen.

Adapun, BBYB juga mencatatkan portofolio kredit melesat 127,02 persen secara yoy mencapai Rp10,91 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp4,81 triliun. Alhasil, total aset bank hingga Maret 2023 tercatat meningkat 52,54 persen yoy menjadi Rp19,11 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper