Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Mandiri (BMRI) Dorong Ekonomi Hijau, Segini Porsinya pada 2023

Per Maret, Bank Mandiri mencatat Sustainable Portfolio Rp 232 triliun atau 25 persen dari total kredit (Bank Only), dengan Green Financing Rp109 triliun.
Nasabah beraktivitas didekat logo Livin’ by Mandiri di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (12/10/2022). Bisnis/Abdurachman
Nasabah beraktivitas didekat logo Livin’ by Mandiri di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (12/10/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan Net Zero Emission (NZE) dari aktivitas operasionalnya pada 2030.

Sebagai bank pelat merah, perseroan ini membukukan laba bersih tumbuh sebesar 19 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode Mei 2023. 

Secara rinci, kinerja BMRI menjelang Semester I/2023, penghijauan pada sisi laba Bank Mandiri didorong oleh pendapatan bunga perseroan yang berhasil dipacu tumbuh 21 persen secara yoy menjadi Rp39 triliun. 

Meski, mencatat beban bunga meningkat mencapai 57 persen secara yoy menjadi Rp10,11 triliun pada Mei 2023 dari posisi pada periode sebelumnya yakni Rp6,45 triliun.

Akan tetapi, Bank Mandiri mencatat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tetap tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi Rp28,89 triliun dari posisi sebelumnya Rp25,69 triliun.

Seiring dengan tren peningkatan saat ini, CEO Bank Mandiri Darmawan Junaidi juga memacu pihaknya dalam penyusunan pilar strategi utama dalam sustainable banking. 

Per Maret 2023, Bank Mandiri sendiri mencatat Sustainable Portfolio sebesar Rp 232 triliun atau sekitar 25 persen dari total kredit (Bank Only), dengan penyaluran Green Financing sebesar Rp109 triliun

Sementara, untuk total pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mencapai sebesar Rp123 triliun. Untuk mendorong nasabah melakukan transisi bisnis yang ramah lingkungan, Bank Mandiri juga menyalurkan Sustainability-Linked Loan.

Dalam upaya penghimpunan dana, Bank Mandiri telah menerbitkan Sustainability Bond senilai US$300 juta dan ESG Repo senilai US$500 juta. 

Pada 2023, Bank Mandiri juga telah menerbitkan Green Bond Tahap I sebesar Rp5 triliun sebagai bagian dari rencana Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target dana sebesar Rp 10 triliun. 

Green Bond yang baru saja diterbitkan pada Juni 2023 mendapatkan oversubscribed sebanyak 3,74 kali.

“Salah satu inisiatif sustainable operation yang kita lakukan juga dengan memanfaatkan 122 kendaraan listrik/hybrid sebagai bagian dari armada kendaraan operasional Bank Mandiri hingga instalasi 556 panel surya dan sistem osmosis terbalik di 3 gedung,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/7/2023).

Terkait digitalisasi sendiri, jumlah pengguna Livin' mencapai 17,5 juta pengguna. 

Beberapa inisiatif inklusi keuangan yang telah dilakukan oleh Bank Mandiri termasuk penggunaan agen tanpa kantor (branchless agent), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terutama kepada petani dan nelayan, serta program pelatihan digipreneur bagi pekerja migran Indonesia, wirausaha muda, dan ibu rumah tangga. 

Melalui inisiatif ini, Bank Mandiri berupaya untuk memberikan dampak sosial yang signifikan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper