Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Mobil Merosot, Bagaimana Nasib Asuransi Kendaraan?

AAUI buka suara soal permintaan asuransi kendaraan di tengah merosotnya penjualan mobil saat ini.
Petugas melakukan perawatan terhadap mobil Wuling yang dijual di salah satu showroom di Jakarta, Minggu (16/2/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Petugas melakukan perawatan terhadap mobil Wuling yang dijual di salah satu showroom di Jakarta, Minggu (16/2/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi asuransi kendaraan tampak melambat pada kuartal I/2024, imbas dari sisi penjualan mobil yang merosot. 

Sementara itu, ada kenaikan dari sisi total klaim asuransi kendaraan sampai dengan Maret 2024. Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto menyebut kenaikan tersebut karena adanya inflasi harga spare part (suku cadang). 

“Secara overall, [pendapatan premi asuransi kendaraan] masih positif karena di sisi pendapatan premi mengalami kenaikan juga [meskipun melambat],” kata Bern kepada Bisnis, Senin (29/4/2024). 

Kendati demikian, Bern belum bisa merinci data terkait dengan kinerja kuartal I/2024. Pasalnya, masih dalam proses pengumpulan dan analisa data dari anggota AAUI untuk kinerja asuransi umum pada kuartal I/2024. 

Oleh sebab itu, proyeksi sepanjang tahun pihaknya harus menunggu data tersebut untuk dapat melihat trennya. Namun demikian, Bern melihat tiga lini bisnis asuransi umum, yakni asuransi kendaraan, properti, dan kredit masih menjadi kontributor terbesar pada tahun ini. 

Sementara melihat data tahun lalu, asuransi kendaraan mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2023 apabila dibandingkan dengan pada 2022.

Adapun pada 2022, total perolehan premi yang dicatat oleh industri asuransi umum adalah sebesar Rp18,149 triliun, sedangkan pada 2023 asuransi kendaraan bermotor mengalami pertumbuhan 7,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan total perolehan preminya sebesar Rp19,497 triliun.

“Faktor pendukung pertumbuhan lini usaha ini diantaranya tumbuhnya sektor industri pembiayaan [13,23%] yang sebagian besar merupakan pembiayaan kendaran bermotor,” tandasnya.

Di sisi lain, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo yang menunjukkan penjualan mobil secara wholesales mencapai 215.069 unit pada Januari-Maret atau kuartal I/2024, turun 23,9% dari 282.601 unit secara yoy.

Sementara untuk penjualan secara retail mencapai 230.778 unit pada kuartal I/2024, turun 15% dari 271.423 unit secara yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper