BPD proyeksikan pertumbuhan kredit 20%

JAKARTA: Asosiasi Bank pembangunan Daerah (Asbanda) menargetkan pertumbuhan kredit bank daerah pada tahun depan naik sebesar 20%.
Andhina Wulandari - Nonaktif | 10 Desember 2010 08:41 WIB

JAKARTA: Asosiasi Bank pembangunan Daerah (Asbanda) menargetkan pertumbuhan kredit bank daerah pada tahun depan naik sebesar 20%.

Ketua Umum Asbanda, Winny Erwindia mengatakan kedepan pihaknya akan terus mendorong 26 bank daerah yang ada saat ini untuk terus meningkatkan ekspansi kredit. Dia mnyebutkan saat ini komposisi kredit bank daerah sebesar 30% disumbang sektor investasi dan selebihnya atau mencapai 70% ditopang sektor multi guna.

Kami akan jaga pertumbuhan kredit pada tahun depan seperti tahun ini yang kami patok pada level 20%. Kedepan kami mendorong bak daera untuk meningkatkan porsi kredit investasi dibandingkan kredit multiguna, ujarnya saat ditemui, hari ini.

Langkah tersebut, jelas Winny, sejalan sengan tujuan asosiasi yang ingin lebih berperan aktif sebagai agent of regional development. Dengan meningkatkan kredit investasi, katanya, BPD akan berperan dalam membuka lapangan kerja baru sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan mendorong bank daerah untuk lebih ekspansif dalam pertumbuhan kredit maka rasio kredit terhadap simpanan [loan deposite ratio/LDR] dapan tumbuh, katanya.

Kendati demikian, dia menyebutkan ekspansi kredit tersebut tidak hanya untuk memenuhi ketentuan LDR yang dipatok Bank Indonesia pada level 78%-100% yang akan efektif Maret tahun depan. Dia mengungkapkan saat ini rerata LDR bank daerah berada pada kisaran 60% atau masih dibawah ketentuan BI.

Rerata LDR bank daerah memang masih dibawah ketentuan BI. Kami akan terus meningkatkan penyaluran kredit tersebut dengna hati-hati. Itu butuh waktu, ujarnya.

Hingga September BPD telah menyalurkan kredit mencapai Rp139,45 triliun dengan total aset sebesar Rp246,419 triliun. Dari sisi total aset tersebut BPD berada pada peringkat keempat setelah PT Bank Mandiri (persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (persero), dan PT Bank Central Asia. (07)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top