Bank Panin akan terbitkan subdebt

JAKARTA: PT Bank Pan Indonesia Tbk berencana menerbitkan obligasi sub ordinasi (subdebt) pada tahun depan untuk menunjang ekspansi kredit yang dipatok perseroan pada level 30%.
Andhina Wulandari - Nonaktif | 23 Desember 2010 10:25 WIB

JAKARTA: PT Bank Pan Indonesia Tbk berencana menerbitkan obligasi sub ordinasi (subdebt) pada tahun depan untuk menunjang ekspansi kredit yang dipatok perseroan pada level 30%.

Roosniati Salihin Wakil President Director Bank Panin mengatakan rencana tersebut telah masuk dalam rencana bisnis bank (RBB). Namun terkait realisasi, katanya, perseroan tergantung dengan pasar dan penawaran tingkat kupon imbal hasil (yield) yang dinilai menarik.

Kami membuka peluang untuk melakukan subdebt tapi masih akan melihat kondisi pasar. Ini dilakukan juga untuk memperkuat rasio permodalan kita pada tahun depan sejalan dengan ekspansi kredit yang kami patok sebesar 25%-30%, ujarnya saat ditemui, hari ini.

Namun, dia masih enggan menyebutkan nilai subdebt yang akan diterbitkan tersebut. Apabila penerbitan subdebt ini terealisasi, maka perseroan telah melakukan aksi korporasi tersebut sebanyak empat kali sepanjang 2003 sampai dengan2011.

Penerbitan subdebt itu dijadikan pilihan karena rata-rata pendanaan di negara ini kan jangka pendek. Oleh karenanya untuk mendukung prinsip kehati-hatian kami memilih untuk menerbikan surat utang sebagai sumber pendanaan jangka panjang, jelasnya.

Roosniati mengaku penerbitan surat utang tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan besaran aset perseroan yang mencapai Rp100 triliun dan perolehan dana pihak ketiga mencapai Rp70 triliun hingga saat ini. Oleh karenanya, penerbitan sejumlah surat utang yang dilakukan beberapa tahun ini dinilai tidak akan memberatkan perseroan dari sisi pendanaan.

Bank Panin menerbitkan subdebt untuk kali pertama pada 2003 dengan nilai Rp1,3 triliun dan telah jatuh tempo pada 2008. Selanjutnya pada 2008, perseroan kembali menerbitkan obligasi sub ordinasi tersebut senilai Rp1,5 triliun dengan tenor 5 tahun. Belum lama ini, perseroan juga menerbitkan subdebt sebesar Rp24,6 trilin dengan tenor 7 tahun dengan kupon imbal hasil sebesar 10,5%. (07)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top