Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GADAI EMAS: Bank Indonesia lakukan pembatasan

JAKARTA: Bank Indonesia resmi memperketat aturan gadai emas dengan menerbitkan Surat Edaran nomor 14/7/DPbs tertanggal 29 Februari 2012, tentang qardh beragun emas.Dalam aturan baru tersebut, Bank Indonesia menetapkan batasan portofolio pembiayaan gadai
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 02 Maret 2012  |  15:37 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia resmi memperketat aturan gadai emas dengan menerbitkan Surat Edaran nomor 14/7/DPbs tertanggal 29 Februari 2012, tentang qardh beragun emas.Dalam aturan baru tersebut, Bank Indonesia menetapkan batasan portofolio pembiayaan gadai emas sebesar 20% dari total pinjaman yang diberikan oleh bank syariah dan unit usaha syariah atau 150% dari modal bank.Batasan portofolio pinjaman tersebut menggunakan batasan aturan yang terkecil. Misal, kalau bank punya modal Rp1 triliun maka bisa memberikan pembiayaan gadai emas sampai Rp1,5 triliun. Namun, kalau ternyata 20% pembiayaan itu di bawah Rp1,5 triliun, maka ini yang dijadikan batasan.Mulya Siregar, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia, mengatakan aturan ini akan mendorong bank syariah untuk membiayai sektor riil, bukan hanya berbisnis gadai emas.“Sebelumnya ada satu bank syariah yang hanya berbisnis gadai emas. Bahkan portofolio gadai emas mencapai 30% dari total pembiayaan. Dengan aturan tersebut diharapkan intermediasi bank syariah bisa lebih optimal,” ujarnya hari ini, 2 Maret 2012.Selain itu, bank sentral juga menetapkan batasan plafon gadai emas maksimal Rp250 juta untuk setiap nasabah dengan jangka waktu 4 bulan dan dapat diperpanjang 2 kali. Khusus untuk nasabah mikro dan kecil bisa diberikan pembiayaan sebesar Rp50 juta dengan jangka waktu 1 tahun.Adapun rasio nilai pinjaman terhadap nilai emas yang menjadi jaminan (finace to value) ditetapkan 80% dari rerata harga jula emas Rp100 gram dan harga beli kembali (buyback) emas PT Antam.“Aturan-aturan tersebut dikeluarkan agar penyalahgunaan produk gadai emas yang terjadi sebelumnya tidak terjadi kembali.”Sebelumnya, BI menemukan adanya penyalahgunaan produk gadai emas menjadi investasi spekulatif. Bank sentral kemudian menghentikan produk ini sejak pertengahan Desember 2011 lalu. (api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top