UNIT SYARIAH : Asuransi ABDA Bidik Perolehan Premi Rp30 Miliar

BISNIS.COM, JAKARTA -- PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (Asuransi ABDA), perusahaan asuransi kerugian, membidik perolehan premi hingga Rp30 miliar tahun ini melalui Unit Syariah yang baru beroperasi tahun ini.
Tisyrin Naufalty Tsani | 30 April 2013 18:59 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA -- PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (Asuransi ABDA), perusahaan asuransi kerugian, membidik perolehan premi hingga Rp30 miliar tahun ini melalui Unit Syariah yang baru beroperasi tahun ini.

Direktur Asuransi ABDA Dody Sjachroerodly mengatakan Unit Syariah tersebut telah memperoleh ijin pada Februari 2013.

“Kami harap pada 2013 ini [Unit Syariah] sudah memberi kontribusi perolehan premi,” katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),  Selasa (30/4/2013).

Menurutnya, hal tersebut dilakukan mengingat maraknya lembaga keuangan konvensional yang melebarkan sayap dengan membentuk unit syariah.

Berdasarkan situs resmi Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asuransi ABDA menjalankan usaha Unit Syariah berdasarkan Keputusan Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. Kep-01/NB.15/2013 tanggal 14 Februari 2013, dan surat No.S-104/NB.15/2013 tanggal 22 Februari 2013 tentang Pencatatan Produk Asuransi Kendaraan Bermotor.  

Presiden Direktur Asuransi ABDA Candra Gunawan mengharapkan Unit Syariah tersebut dapat mendorong tercapainya target premi bruto perusahaan yang meningkat sebesar 20% menjadi Rp1,1 triliun dibandingkan tahun lalu Rp924,93 miliar.

“Premi bruto pada kuartal I/2013 tercapai Rp324 miliar,” katanya.

Premi bruto yang diraih perusahaan pada 2012 meningkat 19,72% dibandingkan pencapaian pada 2011 sebesar Rp772,60 miliar. Candra mengatakan, perolehan premi bruto tersebut didukung oleh kontribusi asuransi kendaraan bermotor mencapai 73,9% terhadap perolehan premi bruto pada 2012. Sisanya didorong oleh produk lain a.l asuransi kebakaran,  pengangkutan, alat berat dan kesehatan

Asuransi ABDA juga mencatat laba bersih yang meningkat 35,46% menjadi Rp118,69 miliar pada 2012 dibandingkan Rp87,62 miliar pada 2011. Candra mengatakan tahun ini Asuransi ABDA membidik laba bersih Rp150 miliar, sementara realisasi hingga kuartal I/2013 mencapai Rp63 miliar atau sekitar 42% dari target.

Menurutnya, dalam memasang target tersebut, pihaknya telah mempertimbangkan berbagai hal termasuk akan adanya kenaikan BBM. “Keputusan dari pemerintah tersebut mungkin ada dampaknya, namun untuk asuransi dampaknya tidak langsung,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
premi bruto, asuransi abda

Editor : Endot Brilliantono

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top