Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Merpati: Mandiri Tunggu Proposal PPA

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Mandiri masih menunggu proposal PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) terkait restrukturisasi utang PT Merpati Nusantara Airlines dengan total Rp6,5 triliun.
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 13 Agustus 2013  |  16:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Mandiri masih menunggu proposal PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) terkait restrukturisasi utang PT Merpati Nusantara Airlines dengan total Rp6,5 triliun.

Royke Tumilaar, Direktur Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management Bank Mandiri, mengatakan proposal restrukturisasi utang Merpati Nusantara Airlines sebaiknya dilakukan setelah Perusahaan Pengelola Aset melakukan studi kelayakan (feasibility study) atas maskapai pelat merah itu.

Studi kelayakan tersebut diperlukan untuk melihat prospek Merpati pada masa depan dengan berbagai opsi restrukturisasi. “Kalau tidak memiliki prospek maka direstrukturisasi juga percuma karena utangnya semakin besar, semakin menggunung,” ujarnya kepada Bisnis Selasa (13/8/2013).

Bank Mandiri merupakan salah satu kreditur dari Merpati yang sudah mengalami kredit macet dalam beberapa tahun terakhir akibat terus-terusan merugi. Kredit Merpati di Bank Mandiri mencapai Rp200 miliar dari total utang Rp6,5 miliar.

Mayoritas utang Merpati tersebut kepada Pemerintah yang mencapai Rp3 triliun. Adapun sisanya merupakan utang kepada PT Pertamina, PT Angkasa Pura, PPA  dan kreditur lainnya.

Kementerian BUMN telah menyerahkan proses restrukturisasi utang Merpati kepada PPA setelah gagal melakukan penyehatan dalam setahun terakhir. Langkah pertama proses restrukturisasi adalah merombak jajaran direksi karena dianggap gagal mengurangi kerugian.

Royke meminta studi kelayakan tersebut juga menyertakan rencana penyehatan Merpati. Misalnya, tutur dia, sinergi dengan Garuda Indonesa agar Merpati bisa meningkatkan kapasitas usaha.

Selain itu, Merpati juga bisa bekerja sama dengan maskapai penerbangan lain dalam penyehatan usaha. “Kalau mau hidup yah harus begitu karena persaingan dengan maskapain lain sudah ketat,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan akan memperjuangkan restrukturisasi utang Merpati melalui mekanisme konversi utang menjadi saham. Selain itu, juga ada opsi penjualan saham Merpati kepada pihak swasta.

Namun konversi utang menjadi saham bukanlah hal yang mudah meskipun pernah dilakukan dalam preseden utang Garuda Indonesia kepada Bank Mandiri. Prospek bisnis yang berbeda menyebabkan solusi bagi Garuda Indonesia belum tentu bisa diterapkan bagi Merpati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri ppa merpati airline
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top