Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cadangan Devisa Tergerus, Ini Penyebabnya

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menyatakan pasokan dolar AS yang masih sedikit menjadi penyebab tergerusnya cadangan devisa hingga US$5,42 miliar selama Juli 2013 menjadi US$92,67 miliar.Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia,
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 14 Agustus 2013  |  19:42 WIB
Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia menyatakan pasokan dolar AS yang masih sedikit menjadi penyebab tergerusnya cadangan devisa hingga US$5,42 miliar selama Juli 2013 menjadi US$92,67 miliar.

Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, mengatakan kebutuhan valuta asing (valas) selama Juli masih cukup tinggi untuk pembayaran impor, utang luar negeri, dan repatriasi dividen perusahaan yang dimiliki oleh investor asing.

“Namun, itu bukan masalah sebenarnya. Masalah sebenarnya adalah suplai valas masih sedikit selama Juli, baik dari ekspor maupun dari capital inflow [arus masuk modal asing],” ujarnya, Rabu (14/8/2013).

Menurutnya, belum banyaknya capital inflow selama Juli diakibatkan masih adanya sentimen negatif terhadap negara berkembang seperti Indonesia akibat belum ada kepastian pengurangan stimulus moneter (tapering off) di Amerika Serikat. "Ini menyebabkan para pemilik dolar lebih banyak hold dan belum mau menukar dengan rupiah," ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan capital outflow selama Juli sudah jauh berkurang dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Capital inflow juga mulai terjadi terutama pada portofolio Surat Utang Negara (SUN). “Posisi capital inflow dan capital outflow selama Juli cukup berimbang,” ujarnya.

Sedikitnya pasokan valas tersebut menyebabkan bank sentral cukup aktif melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah selama Juli lalu. “Intervensi ini kami lakukan dalam menjaga agar fluktuasi rupiah tidak bergerak tajam,” ujarnya.

Cadangan devisa pada akhir Juli 2013 sebesar US$92,67 miliar, turun US$5,42 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya US$98,09 miliar. Cadangan devisa itu setara dengan 5,1 bulan pembayaran impor dan utang luar negeri jangka pendek Indonesia.

Peter mengatakan capital inflow akan lebih baik pada Agustus 2013 yang terlihat pada 2 minggu pertama. “Selama 2 minggu pertama di Agustus sudah ada net capital inflow US$400 juta,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia dolar as sun Rupiah valas cadangan devisa arus modal
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top