Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PNM Dorong Pengembangan Usaha

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Bantuan modal usaha dari Permodalan Nasional Madani (PNM) mampu mendorong pengembangan usaha baik sektor industri makanan olahan maupun kerajinan batik.

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Bantuan modal usaha dari Permodalan Nasional Madani (PNM) mampu mendorong pengembangan usaha baik sektor industri makanan olahan maupun kerajinan batik.

Executive Vice President PNM Arief Mulyadi meyakinkan kredit unit layanan modal mikro (ULaMM) kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) mampu meningkatkan jumlah produksi unit usaha yang bersangkutan.

"Dengan penambahan modal tentu saja mendorong peningkatan kapasitas produksi, terlebih dalam klasterisasi usaha juga akan mendapat pendampingan dan pembinaan sisi bisnis dan manajemen," katanya dalam kunjungan klaster rempeyek di Pelemadu, Bantul, DIY, Jumat (6/9/2013).

Keterlibatan PNM dalam klaster rempeyek di Bantul merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi setempat pascagempa 2006, mengingat sebelumnya industri rempeyek sudah berlangsung menjadi bagian pemenuhan ekonomi warga.

Pendampingan dan pemberian kredit modal usaha pada klaster rempeyek, katanya, dilakukan lembaga keuangan khusus itu dengan mempertimbangkan usaha yang potensial, pengerjaan dan bahan baku mudah, dikenal masyarakat dan pasar yang masih luas.

PIC Komunikasi Eksternal Perusahaan, Fita Maulani menuturkan dorongan selain melalui kran modal yang terpenting pada pendampingan dan pelatihan usaha.

Nasabah PNM Bantul, Sumarji mengaku pinjaman modal BUMN itu berperan dalam stabilisasi harga rempeyek di Pelemadu, soalnya sebelum ada pendampingan usaha masing-masing industri rumahan bersaing tidak sehat dengan mematok harga jual serendah-rendahnya.

"Sekarang sudah ada ketentuan harga grosir, sejak ada pinjaman PNM dari awalnya 2 tungku menjadi 4 tungku yang berproduksi," ujarnya.

Adapun nasabah lain, Sri Lestari pengusaha batik tulis di Mlati, Sleman mengaku mampu mengantongi omset hingga lebih dari Rp400 juta per bulan dari sebelumnya tidak sampai Rp200 juta per bulan.

"Modal dari PNM memang kerasa banget, pertama pinjam tahun 2007 Rp50 juta terakhir tahun lalu sudah bisa pinjam Rp200 juta, kapasitasnya berlipat nambahnya," kata dia.

Hingga akhir Juni 2013, diketahui PNM memiliki 576 kantor ULaMM yang menjangkau 295 Kabupaten/Kota dan 2.878 Kecamatan di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper