Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usulan Komisaris & Direksi Bumiputera dari OJK Bukan Bentuk Intervensi

Bisnis.com, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai usulan komisaris dan direksi AJB Bumiputera yang baru bagian dari penataan dan telah dikoordinasikan dengan Badan Perwakilan Anggota (BPA), sehingga bukan intervensi.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 24 September 2013  |  18:11 WIB
Usulan Komisaris & Direksi Bumiputera dari OJK Bukan Bentuk Intervensi
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai usulan komisaris dan direksi AJB Bumiputera yang baru bagian dari penataan dan telah dikoordinasikan dengan Badan Perwakilan Anggota (BPA), sehingga bukan intervensi.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK Firdaus Djaelani menguraikan pihaknya berkomunikasi dengan BPA sebab penetapan kewenangan komisaris dan direksi ada di lembaga perwakilan itu.

"Kami komunikasi mencari manajemen yang tujuannya ke depan lebih bisa memajukan Bumiputra, itu saja. Masa komunikasi enggak boleh," jelasnya, Selasa (24/9/2013).

Seperti diketahui, surat OJK No. SR.318/D.05/2013, menyebutkan jajaran puncak asuransi berbentuk mutual itu berubah. Posisi komisaris diusulkan Binhadi (komisaris utama), Mas Achmad Daniri (Komisaris), Rianto Ahmadi (komisaris).

Adapun, jajaran direksi diusulkan ditempati Madjidi Ali (Direktur Utama), Sutikno (direktur pemasaran), Prasetya M Brata (direktur SDM dan Umum), Mohamad Irsyad (direktur teknik dan aktuaria), Brata Antakusuma (direktur kepatuhan dan pengawasan internal).

"Itu hasil komunikasi kami dengan BPA," tambahnya saat ditanya apakah nama-nama jajaran puncak Bumiputera berasal dari OJK.

Ditanya lebih lanjut tentang susunan final komisaris dan direksi, Firdaus enggan memastikan. "Saya enggak tahu [susunan akhirnya], keputusan menunggu sidang [BPA] tanggal 27 September," tambahnya.

Dia menguraikan OJK memerhatikan Bumiputera karena pertumbuhan perusahaan itu beberapa waktu terakhir tidak seperti lembaga lain. Otoritas lantas menyarankan perusahaan mencari manajerial dari orang dalam.

Terlebih, sambungnya, posisi manajerial memengaruhi kinerja cabang dan agen dan sebagainya. Puncaknya Direktur Utama Cholil Hasan mundur yang menurut otoritas bisa saja akibat ketidaksesuaian di internal. Terlebih Cholil merupakan orang dari luar.

Oleh karena itu, sambungnya, OJK setelah komunikasi dengan BPA mengusulkan direksi dari kalangan internal. Sedangkan di komisaris bisa dari berbagai kalangan agar lengkap tidak hanya dari industri asuransi tetapi juga pengalaman diperbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi ojk direksi ajb bumiputera
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top