Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenapa Bank Daerah Ini Kurangi Kredit Bagi PNS?

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (BPD Kalbar) mulai meninggalkan kredit bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan membidik penyaluran kredit untuk sektor produktif akibat mulai mengetatnya likuiditas perbankan nasional.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 26 Februari 2014  |  08:09 WIB
BPD Kalbar - Antara
BPD Kalbar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (BPD Kalbar) mulai meninggalkan kredit bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan membidik penyaluran kredit untuk sektor produktif akibat mulai mengetatnya likuiditas perbankan nasional.

Muhammad Haddad, Kepala Divisi Corporate Secretary BPD Kalbar, membidik target penyaluran kredit pada tahun ini sebesar Rp8,1 triliun, meningkat 19% dari periode 2013 sebesar Rp7,045 triliun.

Dia mengungkapkan BPD Kaltim mulai meninggalkan kredit bagi PNS meskipun hingga kini masih melayaninya. Pasalnya, jika kredit bagi PNS tidak dipenuhi, Bank Kalbar akan diingatkan oleh Pemda.

"Kami lebih prioritas ke sektor ril, tapi tetap pembiayaan bagi PNS tetap sesuai permintaan. Kalau tidak dipenuhi, mereka marah," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/2/2014).

Menurutnya, kredit ke sektor produktif didorong lebih besar dalam rencana bisnis bank (RBB) BPD Kalbar dari 20% tahun ini menjadi 40% pada 2017 mendatang.

Dia bahkan menargetkan kredit ke sektor produktif bisa mencapai 60%, dan sektor konsumtif hanya tersisa 40%. Target tersebut akan dicapai secara bertahap karena saat ini posisinya 80% merupakan kredit konsumtif dan 20% kredit produktif.

Sejumlah pelaku usaha, sambungnya, tengah menyusun strategi bisnis pada tahun ini. Mayoritas pebisnis masih wait and see dengan kondisi ekonomi di Indonesia.

Akibat kondisi tersebut, secara otomatis penyaluran kredit tentunya akan sedikit tertahan dan menyebabkan likuiditas mengetat.

Bank Kalbar membidik target lebih optimistis dari target Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merevisi target penyaluran kredit tahun ini pada level 15%-17%.

Tantangan pada tahun ini diungkapkannya antara lain kenaikan suku bunga akibat kenaikan BI Rate, namun tidak serta merta dapat diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit. Tentu saja, hal tersebut mengakibatkan laba bank milik Pemda Kalbar itu juga ikut tergerus.

Pada periode 2013, Bank Kalbar membukukan perolehan laba sebelum audit sebesar Rp226 miliar, tumbuh tipis 8% dari periode sebelumnya.

BPD Kalbar berencana akan mengevaluasi untuk menaikkan suku bunga kredit agar pundi-pundi untung tidak terus tertekan. Manajemen masih melihat biaya dana (cost of fund) serta suku bunga kredit di perbankan lain.

"Kami ini bank kecil, jadi harus melihat situasi pasar. Jika cost of fund terus naik, likuiditas akan mengering," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd pns
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top