Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA: Pertumbuhan Dana Deposito Melonjak 30,8% Kuartal I/2014

Pertumbuhan dana deposito yang dihimpun oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) tercatat Rp90,8 triliun pada kuartal I/2014, melonjak 30,8% dibandingkan Rp69,5 triliun pada periode sama tahun lalu.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 28 April 2014  |  22:44 WIB
 Bank Central Asia
Bank Central Asia

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan dana deposito yang dihimpun oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) tercatat Rp90,8 triliun pada kuartal I/2014, melonjak 30,8% dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu Rp69,5 triliun.

Pertumbuhan dana deposito jauh melampaui pertumbuhan dana giro dan tabungan yang masing-masing hanya tumbuh tipis 6,9% dan 5,3% pada kuartal I/2014 year on year.

Namun demikian, rasio dana murah BCA masih mendominasi, yakni mencapai 77,7% dari total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp406,80 triliun per kuartal I/2014.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan dana deposito meningkat karena perseroan telah meningkatkan bunga deposito sejak Mei tahun lalu. Saat ini, bunga deposito BCA mencapai rata-rata 7,5%.

“Sebelum kenaikan bertahap sejak Mei lalu, bunga deposito hanya berkisar 4%-5%,” katanya, Senin (28/4/2014).

Meski bunga deposito menanjak yang diikuti dengan jumlah simpanan yang meningkat, biaya dana BCA masih terkendali karena porsi dana murah yang mendominasi. Menurut Jahja, bunga tabungan tak banyak bergerak, tetapi tetap tumbuh karena nasabah tabungan memanfaatkan rekening BCA sebagai rekening transaksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca deposito
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top