Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBOBOLAN DANA NASABAH: Migrasi Kartu Debet ke Chip Diharap Dipercepat

Ketentuan mengenai migrasi sistem keamanan kartu debet dari pita magnetik ke chip yang ditetapkan paling lambat pada 1 Januari 2016 diharapkan dapat dipercepat untuk untuk mencegah berulangnya kasus pembobolan dana nasabah melalui kartu debet di ATM.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 13 Mei 2014  |  17:47 WIB
PEMBOBOLAN DANA NASABAH: Migrasi Kartu Debet ke Chip Diharap Dipercepat
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -– Ketentuan mengenai migrasi sistem keamanan kartu debet dari pita magnetik ke chip yang ditetapkan paling lambat pada 1 Januari 2016 diharapkan dapat dipercepat untuk untuk mencegah berulangnya kasus pembobolan dana nasabah melalui kartu debet di ATM.

Country Head Citi Indonesia Tigor M. Siahaan menilai industri perbankan perlu mempertimbangkan perlunya mempercepat pemberlakuan kewajiban migrasi kartu debet dengan sistem keamanan berbasis chip agar sama dengan standar yang sebelumnya telah diterapkan bagi kartu kredit sejak 2009.

“Kalau pakai chip lebih aman,” kata Tigor, Selasa (13/5/2014).

Tigor mencontohkan kondisi yang terjadi di Citi. Ketika sistem keamanan berbasis chip diaplikasikan, terjadi penurunan terjadinya fraud hingga lebih dari 80%.

Menanggapi usulan ini, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Irwan Lubis mengatakan hal tersebut merupakan domain kewenangan BI selaku pengatur dan pengawas sistem pembayaran.

Dalam hal ini, OJK berada pada pihak yang mendukung upaya peningkatan mitigasi risiko dalam sistem teknologi informasi di perbankan. “Saya kira arahnya ke sana,” ujar Irwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk kartu debet
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top