Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DIVESTASI BANK MUTIARA: Ini Tiga Bank yang Berminat Masuk

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mendapatkan 11 calon investor yang masuk dalam tahap penawaran awal.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 21 Mei 2014  |  13:52 WIB
Customer Service Bank Mutiara. Tiga bank asing berminat masuk - JIBI
Customer Service Bank Mutiara. Tiga bank asing berminat masuk - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mendapatkan 11 calon investor yang masuk dalam tahap penawaran awal.

Adapun bank asing yang berminat The Hong Kong unit of Bank of China dan Malaysia Hong Leong Bank yang juga masuk dalam proses divestasi eks Bank Century. Hal tersebut dilansir oleh Reuters, Rabu (21/5/2014).

Selain kedua bank asing tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. pun masuk dalam 11 investor masuk dalam penawaran awal (preliminary bid).

Calon investor Bank Mutiara memiliki menguasai 100% saham bank, yang kini berada dikendalikan oleh LPS.

Adapun komposisi calon investor eks Bank Century, 4 berasal dari Indonesia, Jepang dan Hong Kong masing-masing 1 calon investor, Singapura 2 calon investor dan negara lainnya 2 calon investor.  Dari jenis lembaga, terdiri dari 1 bank lokal, 2 bank asing, 7 lembaga keuangan dan 3 konsorsium.

Sebelumnya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) pernah mengajukan minat untuk membeli Bank Mutiara, akan tetapi  perusahaan tersebut tidak  memasukkan dokumen pendaftaran.

Seperti yang diketahui, LPS telah memberikan suntikan penyertaan modal sementara (PMS) senilai Rp6,76 triliun dalam  23 tahap sejak November 2013 hingga Juni 2009. Lalu pada Desember 2013, LPS kembali menyuntikan modal Rp1,25 triliun, untuk menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di 14%.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mutiara
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top