Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Milik Robert Tantular Nunggak Utang di eks Bank Century

Perusahaan milik Robert Tantular, pemilik Bank Century sebelumnya, ternyata menunggak utang hingga kini di PT Bank Mutiara Tbk.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 05 Juni 2014  |  02:08 WIB
Perseroan akan melakukan upaya hukum untuk menagih utang yang tak kunjung dibayarkan oleh kedua perusahaan tersebut.  - Ilustrasi
Perseroan akan melakukan upaya hukum untuk menagih utang yang tak kunjung dibayarkan oleh kedua perusahaan tersebut. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Perusahaan milik Robert Tantular, pemilik Bank Century sebelumnya, ternyata menunggak utang hingga kini di PT Bank Mutiara Tbk.

Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara Rohan Hafas, mengatakan perusahaan milik Robert Tantular itu menjadi salah satu dari dua debitur yang tidak memiliki itikad baik untuk melunasi utang-utangnya.

Tercatat dalam pelunasan kredit macet, setidaknya ada 11 perusahaan yang menjadi debitur bermasalah. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya belum menunjukkan itikad baik dan tidak kooperatif untuk membayar utang mereka.

Kedua Perusahaan tersebut adalah PT Enerindo milik Robert Tantular dengan nilai kredit Rp174,6 miliar, dan PT Catur Karya Manunggal (CKM) dengan nilai Rp65,9 miliar.

"Dari 11 debitur, yang kooperatif hanya sembilan debitur, sedangkan dua di antaranya tidak menunjukkan niat baik. Kami akan melaporkan," katanya, Rabu (4/6/2014).

Perseroan akan melakukan upaya hukum untuk menagih utang yang tak kunjung dibayarkan oleh kedua perusahaan tersebut. Tercatat dari Rp600 miliar kredit macet Bank Mutiara, baru sebesar Rp150 miliar atau 25% yang melakukan pembayaran.

Bank Mutiara memiliki lima debitur besar yang tiba-tiba menghentikan cicilan pembayaran utang mereka. Debitur tersebut antara lain PT Selalang Prima International, PT Polymer Spectrum Sentosa, PT Trio Irama serta PT Catur Karya Manunggal (CKM).

Keempat perusahaan tersebut tergabung dalam grup PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan nilai total pinjaman kepada Bank Mutiara Rp411,5 miliar.

Debitur lainnya adalah perusahaan milik Robert Tantular, yakni PT Enerindo dengan nilai kredit sebesar Rp174,6 miliar. Kasus ini mencuat setelah Bank Mutiara harus kembali disuntik Rp1,5 triliun akibat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank itu anjlok akibat kredit macet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mutiara
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top