KEBUTUHAN LIKUIDITAS: Tunda Terbitkan Obligasi Valas, Apa Pertimbangan Bank Mandiri?

PT Bank Mandiri Tbk. menunda penerbitan obligasi dengan denominasi valuta asing dengan mempertimbangkan masih tingginya suku bunga acuan di pasar.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 31 Juli 2014  |  06:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk. menunda penerbitan obligasi dengan denominasi valuta asing dengan mempertimbangkan masih tingginya suku bunga acuan di pasar.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan pada tahun ini perseroan belum berencana untuk mengeluarkan obligasi valas kendati tak bisa dipungkiri kebutuhan bank memperkuat likuiditas masih cukup tinggi.

"Nunggu keadaan membaik, baru kami keluarkan obgligasi valas. Mungkin pada 2015," ungkap Pahala seusai menghadiri acara open house di kediaman Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad yang dilangsungkan pada Selasa (29/7/2014).

Hingga Juni 2014, rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) Bank Mandiri mencapai 86,97%. Adapun laju pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 13,3% dengan nilai Rp485,8 triliun secara year on year. Sedangkan laju penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) melambat menjadi 10,7% menjadi Rp555,9 triliun y-o-y.

Sebelumnya, dia mengatakan Bank Mandiri juga telah mengajukan revisi rencana bisnis bank (RBB) ke bawah, untuk laju DPK.

Rencana tersebut telah diajukan ke OJK. Hal itu dilakukan sejalan dengan melambatnya himpunan dana industri perbankan. Selain itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencatatkan kenaikan menjadi 16,4% dari posisi 15,55% secar year on year.

Dalam laporan publikasi, Bank Mandiri berhasil membukukan laba pada enam bulan pertama tahun ini senilai Rp9,6 triliun, tumbuh 15,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, pahala mansury

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top