Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Migrasi Chip Kartu Debit dan ATM Bakal Molor. Ini Penyebabnya

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) memprediksinya migrasi kartu ATM dan debit dari magnetic stripe menuju chip berpotensi molor mengingat kesiapan yang belum maksimal.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 17 Februari 2015  |  13:27 WIB
Migrasi Chip Kartu Debit dan ATM Bakal Molor. Ini Penyebabnya
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) memprediksinya migrasi kartu ATM dan debit dari magnetic stripe menuju chip berpotensi molor mengingat kesiapan yang belum maksimal.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Isbandiono Subadi mengungkapkan kalangan perbankan masih belum siap sepenuhnya untuk menerapkan chip pada kartu debit.

"Saat ini ada 6 vendor kartu debit yang disertifikasi. Jangan sampai ketika bank-bank belum siap dan mepet waktu sehingga biaya migrasi mahal," ucapnya pada Bisnis, Senin (16/2/2015).

Dia mengungkapkan saat ini sistem pembayaran Indonesia sudah memiliki standar tersendiri yang menerapkan keamanan konsumen.

Di sisi lain, hingga Februari  2015, tercatat 59 bank yang menjadi penerbit kartu debit. Adapun jumlah kartu ATM dan debit yang beredar di masyarakat mencapai 97,2 juta keping kartu.

Vice President PT Bank Mandiri Tbk Mohamad Gumilang mengklaim bahwa perseroan telah siap untuk menerapkan migrasi dari magnetic ke chip kartu debit.

Sebelum migrasi digelar, emiten berkode BMRI  telah memasang strategi untuk menjangkau seluruh nasabah.

"Nasabah kami banyak dan itu tersebar di seluruh Indonesia. Sekarang isu yang penting adalah mendistribusikan ke nasabah," katanya.

Gumilang mengungkapkan perseroan juga telah memodifikasi fitur di anjungan tunai mandiri (ATM).

Menurutnya, perseroan siap mengaplikasikan beleid yang dirilis oleh Bank Indonesia terkait migrasi chip sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

BI telah mewajibkan industri perbankan untuk memigrasi kartu ATM dan debetnya dari magnetic stripe ke teknologi berbasis chip paling lambat Desember 2015.

Adapun vendor kartu chip juga harus memenuhi Standar National Standard for Indonesia Chip Card Specification (NSICCS) yang dilakukan oleh CBI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu debit
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top