Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Bunga Usai, Laba Perbankan Bakal Meningkat

Laba industri perbankan sepanjang 2014 mencatatkan perlambatan, akan tetapi ada juga sekelompok bank yang terkontraksi. Namun sekelompok bank optimis, bisnis tahun ini akan lebih baik.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 27 Februari 2015  |  01:47 WIB
Return on asset (ROA) tergerus dari posisi 3,08% pada 2013 menjadi 2,85%. - Bisnis.com
Return on asset (ROA) tergerus dari posisi 3,08% pada 2013 menjadi 2,85%. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Laba industri perbankan sepanjang 2014 mencatatkan perlambatan, akan tetapi ada juga sekelompok bank yang terkontraksi. Namun sekelompok bank optimis, bisnis tahun ini akan lebih baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon optimis bahwa laba perbankan pada 2015 akan lebih baik dibandingkan 2014.

"Asumsi saya, pada 2015 tidak lagi ada perang suku bunga dan bank-bank juga harus menempuh langkah-langah efisiensi," ucapnya via telepon seluler, Rabu (25/2/2015).

Dia mengungkapkan laba bank perlu meningkat, akan tetapi dalam batas yang wajar, sebab bank juga harus mendukung pertumbuhan sektor riil seperti prioritas pemerintah yakni usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kendati demikian, Nelson juga menegaskan agar agenda menurunkan suku bunga kredit bisa direalisasikan pada tahun ini sesuai dengan kemampuan masing-masing bank.

Berdasarkan Statistik Perbankan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total laba industri perbankan pada 2014 mencapai Rp112,1 triliun, tumbuh 5,11% dari posisi Rp106,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Raihan laba industri perbankan yang slow down itu disebabkan oleh peningkatan beban bunga menjadi Rp293,84 triliun, naik Rp78,71 triliun, atau tumbuh 36,58% y-o-y. Bila dibandingkan dengan 2013, terjadi peningkatan beban bunga hingga dua kali lipat. Adapun pergerakan beban bunga pada 2013, hanya tumbuh 17,1%.

Perlambatan laba pun disebabkan margin bunga bersih (NIM) yang tergerus 66 basis poin menjadi 4,23%. Serta rasio profitabilitas yakni return on asset (ROA) tergerus dari posisi 3,08% pada 2013 menjadi 2,85%. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bank
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top