Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

J-TRUST, Bank Mutiara Kembali Disuntik Modal

PT Bank Mutiara Tbk bakal mendapat suntikan dana lagi senilai Rp300 miliar dari J.Trust untuk memperkuat modal dan meningkatkan ekspansi bisnis perusahaan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 20 Maret 2015  |  13:50 WIB
PT Bank Mutiara Tbk sempat mencatatkan kerugian Rp556 miliar pada akhir 2014.  - Bisnis.com
PT Bank Mutiara Tbk sempat mencatatkan kerugian Rp556 miliar pada akhir 2014. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mutiara Tbk bakal mendapat suntikan dana lagi senilai Rp300 miliar dari J.Trust untuk memperkuat modal dan meningkatkan ekspansi bisnis perusahaan.

Presiden Direktur PT Bank Mutiara Tbk Ahmad Fajar mengungkapkaninvestor yang baru masuk ke perusahaan yang dipimpinnya konsisten untuk memperkuat modal. Pada tahun lalu, emiten berkode BCIC ini meraih dana segar Rp300 miliar.

“Akhir Maret ini akan masuk Rp300 miliar lagi,” katanya pada Bisnis.com, Rabu (18/3/2015).

Tahun ini, Ahmad menargetkan raihan pendapatan BCIC sekurang-kurangnya Rp50 miliar. Bank yang dimiliki investor asal Jepang, J Trust Co. Ltd dengan kepemilikan sebesar 99% saham bakal mengadakan perbaikan informasi teknologi, efisien dan mengeluarkan produk baru dan menggenjot sektor usaha kecil, kecil dan menengah.

PT Bank Mutiara Tbk sempat mencatatkan kerugian Rp556 miliar pada akhir 2014. Laporan Publikasi Bank Mutiara yang disampaikan ke OJK juga mencatatkan kerugian yang didongkrak oleh beban bunga yang tinggi hingga Rp1,12 triliun.

Ahmad mengungkapkan BCIC akan mendongkrak ekspansi bisnis pada tahun depan.

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Komisioner Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis mengungkapkan akan satu bank yang baru saja dibeli oleh investor Jepang pada tahun lalu bakal meningkatkan profil risiko.

Irwan mengungkapkan dari 68 bank yang berada di bawah pengawasannya, terdapat 59 bank yang memiliki profil risiko pada level 2, 8 bank yang berprofil risiko pada 3 dan 1 bank pada peringkat kesehatan 4.

“Semester I ini, bank yang masuk peringkat 4 itu sudah mau naik jadi peringkat 3, kan modal sudah mau masuk dari pemegang saham,” ucapnya.

Bank yang masuk dalam peringkat 4 itu, katanya, baru saja dibeli oleh investor Jepang pada akhir tahun silam. Pada Desember 2014, investor Jepang itu telah menyuntikkan dana senilai Rp300 miliar.

Irwan enggan menyebutkan nama bank yang tingkat kesehatan 4. Dia mengungkapkan setelah investor Jepang menyuntikkan modal dan manajemen bank melakukan pembenahan internal, maka bank itu bisa naik kelas.

Seperti diketahui, bank-bank yang cukup sehat harus memiliki metode risk based bank rating (RBBR) yang dipengaruhi 4 faktor risiko yang paling sedikit dinilai setiap 6 bulan.[]

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mutiara j trust
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top